iklan-banner-02
iklan-banner-02

Satu Jam Bersama Kang Demiz

SATU jam bersama Dedi Mizwar, ya itulah yang terbesit dari pikiranku tentang tema ini. Akan halnya itu mungkin ini sebaris rasa kagumku terhadap sosok yang bersahaja, kala jemariku mulai menekan tuts-tuts keyboard laptop usangku.
Pelupessy Is bersama Dedi Mizwar
Hari itu tanggal tanggal 15 September Ba'da Maghrib bersama sahabatku (kang Rush) yang juga kawan akrab sekaligus teman kuliah kang Demiz (begitu sapaan akrab Dedi Mizwar) di Universitas Padjajaran mengambil "Kebijakan Publik" Pasca Sarjana.

Dengan dibonceng kang Rush (sahabatku) kami ke kediaman kang Demiz di Ciumbuleuit daerah yang  asri nan sangat sejuk.

Sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat sejak 13 Juni 2013. Ia juga merupakan seorang aktor senior dan sutradara Indonesia, bahkan pernah menjadi Ketua Badan Pertimbangan Perfilman Nasional periode 2006-2009. 

Deddy Mizwar merupakan politikus dari jalur independen yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera. Pada Pilkada Jawa Barat 2013, dia terpilih sebagai wakil gubernur mendampingi Ahmad Heryawan. 

Dalam perjalanan hidupnya Kang Demiz sempat bekerja sebagai pegawai dinas kesehatan. Dia kemudian banting setir ke dunia peran. Dalam aktingnya sebagai Aktor, hampir semua film yang dibintanginya menuai sukses seperti peran si naga bonar dan sebagai pemeran ayah dari Arie Hanggara dalam film Arie hanggara dan masih banyak lagi lainnya.  

Entah karena tidak betah atau darah seni yang mengalir dari ibunya yang punya grup lenong pekerjaan sebagai PNS itu ditinggalkan. Sosok berdarah Betawi, Belanda dan Bugis ini tenar dengan kepopularitasnya sebagai artis yang  mengantarkan dirinya menjadi wakil Gubernur Jawa Barat.

Mendekati Isya kami pamit karena beliau hendak ke Pandegelang malam itu dalam rangka dinas esoknya, dengan perjalanan yang ditempuh kurang lebih 8 jam dari Bandung. Beliau menghendaki berangkat  Ba'da isya dari Bandung malam itu juga.

Terlintas dalam benak saya sosok pejabat ini terlihat sederhana dengan baju koko selepas shalat Maghrib. Diskusi yang kami lakoni tidak kaku mengalir seperti air dengan kekagetanku dengan gaya bicaranya seperti saat berakting di sinetron "para pencari Tuhan". 

Dalam satu jam ini di keyakinanku berpikir mungkin kesehariannya,
sosok kang demiz terlihat seperti tak beda saat berakting di Sinetron/film dan di kehidupan sehari-hari. Ia bersahaja seperti gaya bang Jack di para pencari Tuhan, sosok yang enak diajak diskusi bahkan berisi. (Pelupessy Is)

Berita terkait

iklan-banner-02
iklan-banner-02