iklan-banner-01
iklan-banner-02

Prabowo Subianto Pribadi yang Sentimentil

Prabowo Subianto.
SAYA mungkin termasuk pribadi yang sentimentil. Mudah tersentuh karena sebuah kabar dan kadang-kadang gampang bergegas karena tidak bisa sekedar bersimpati.

Dengan sikap seperti itulah saya berbagi empati dengan saudara-saudara yang lain. Setiap kemalangan menimpa salah seorang saudara kita, menimbulkan kegelisahan yang sangat pada diri saya. Tidak ada obat gelisah yang lebih mujarab selain bertemu langsung dan coba memecahkan persoalan yang ada.

Hal itu yang saya rasakan saat mendengar kabar mengenai kondisi Ibu Ratna Sarumpaet. Foto-foto beredar disertai kronologis peristiwa yang meyakinkan. Tidak hanya saya, sahabat-sahabat yang lain juga langsung tergerak hatinya begitu mendengar kabar duka yang menimpa beliau.
 
Ibu Ratna adalah seorang sahabat, tokoh inspiratif konsisten berdiri membela rakyat yang teraniaya. Teladan yang sudah dibangunnya jauh sebelum era reformasi. Lewat berbagai cara, akhirnya saya bisa dipertemukan dengan beliau. Pengakuan yang disampaikan Ibu Ratna langsung kepada saya malahan memperkuat sinyalemen-sinyalemen yang berkembang.
 
Baru belakangan, Ibu RS membuka pengakuan mengejutkan yang sudah kita ketahui semua, bahwa fakta sesungguhnya jauh menyimpang dari pengakuannya kepada saya.
 
Sebagaimana manusia biasa, saya menghaturkan maaf atas kekhilafan yang terjadi. Tidak sedikit pun terbersit niat untuk menimbulkan kegaduhan dari peristiwa ini, hanya naluri kemanusiaan. Sebagai seorang pemimpin, saya bertanggung jawab. Sebab bukan kata tetapi tindakan yang akan membuat perbedaan.
 
Karena itu saya memutuskan untuk memberhentikan Ibu Ratna dari jabatan beliau di Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto–Sandi Uno. Sebagai teman, saya akan terus menunjukkan kepedulian tetapi sebagai pemimpin saya tidak bisa mentolelir kebohongan.
 
Saya berharap kita bisa belajar banyak dari peristiwa ini. Bahwa itikad baik saja tidak cukup tetapi harus disertai mawas diri. Semoga hari-hari ke depan, kejujuran menjadi sikap hidup kita agar tidak ada lagi itikad baik yang dibunuh oleh kebohongan. (PN-03/adt)
 
Oleh: Calon Presiden 2019-2024, Prabowo Subianto

Berita terkait