iklan-banner-01
iklan-banner-02

Kembalinya Sang "Raja Pala" ke Pentas Politik

Abdullah Vanath
Dia adalah tokoh muda yang energik, inovatif, multi talenta bahkan cukup menggagumkan banyak kalangan. Banyak sebutan disandangnya, tokoh pemekaran, politisi muda hingga petani handal. Tak heran kini julukan sebagai "Raja Pala" pun disandangnya. Abdullah Vanath, itu sebuah nama yang pernah membuming di jagad Maluku beberapa tahun lalu. Jabatan Bupati SBT yang dipegangnya saat itu mampu membawa nama Seram Bagian Timur begitu dikenal.
Lantas apa yang terjadi dengan sosok ini? Mantan Bupati SBT dua periode ini, dalam waktu dekat akan kembali ke panggung politik lokal Maluku. Seperti di tahun 2013 silam, Vanath sang "Raja Pala" turun gunung, akan kembali bertarung mendampingi bekas rivalnya di pilgub Maluku lalu, Herman Adrian Koedoeboen dalam Pilkada Maluku 2018 mendatang, setelah lama namanya menghilang dari sorotan publik.

Sang "Raja Pala" tentunya bukan sosok asalan di pentas politik. Momentum Pilkada Maluku 2013 silam telah menorehkan sejarah emas, kebangkitan generasi muda yang diciptakan Vanath saat itu. Ibarat "lolos dari lubang jarum", upaya Vanath dengan pendampingnya Martin J. Maspaitela untuk lolos sebagai kontestan Pilkada ketika itu. Akibat getol bertarung di Pilkada Maluku lalu, resiko kehilangan jabatan sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Maluku pun dicopot. Partai Demokrat besutan SBY kala itu mendepaknya, karena dinilai melawan keputusan partai berlambang Mercy .

Wal hasil, pasangan DAMAI pun lolos dengan rekomendasi sejumlah parpol gurem. Prestasi saat itu boleh dikata luar biasa, Vanath yang terzalimi kemudian bangkit merebut simpati rakyat Maluku hingga nyaris merebut kursi Gubernur Maluku saat itu dengan menempati posisi runner up perolehan suara.

Putra dari pasangan (Alm) Ibrahim Vanath dan (Alm) Sofia Voth, ini sepertinya ditakdirkan untuk menjadi sosok yang berjiwa pemimpin. Dari anak kampung yang hidup seadanya, Vanath kemudian tumbuh besar dan menjadi sosok yang diidolakan bahkan menjadi "buah bibir" setelah memimpin SBT selama dua periode.

Sukses di puncak karir sebagai seorang Bupati dalam usia muda, telah menjadikan Vanath melejit bagai roket. Berbagai kebijakan dan terobosan yang dilakukan menjadi perhatian cukup serius. Vanath mampu membangun SBT keluar dari keterisolasian yang menahun. Sejumlah wilayah yang terisolasi dibukakan akses transportasinya. Program pemekaran wilayah menjadi role mode yang patut ditiru. Puluhan dusun dimekarkan menjadi desa, dan desa-desa dimekarkan menjadi wilayah kecamatan. Kini SBT pasca ditinggalkan Vanath sebagai pemimpin telah memiliki sebanyak 15 kecamatan dan ratusan desa hampir setara dengan Kabupaten Maluku Tangah sebagai kabupaten induk.

Selain itu, saat memimpin SBT, suami dari Hj. Rohani Vanath ini banyak menelorkan program-program yang cukup spektakuler. Salah satunya adalah program sejuta tanaman Pala di kabupaten yang dipimpinnya.Kini kebijakan dari program sejuta pohon pala itu telah membawanya menjadi petani yang handal, puluhan ribu hektar lahan perkebunan pala telah diusahakan masyarakat SBT dan kedepan kabupaten SBT bakal menjadi sentra produksi tanaman pala terbesar di provinsi Maluku.

“Saya sudah menjadi bupati, saya hampir menjadi gubernur dan saya sudah menjadi politisi di Maluku, kini saya hanya mau mengejar satu impian saya yakni, ingin menjadi motivator bagi masyarakat di SBT sekaligus menjadi petani sukses,” ungkap Vanath di akhir jabatannya sebagai Bupati SBT saat itu.

Pernyataan Vanath diatas, kini berbalik arah. Setelah sukses sebagai petani, jiwa politis yang melekat padanya membuat sikap Vanath menjadi dinamis. Dan kini Vanath berkomitmen akan tampil sebagai kontestan di pesta yang sama yakni Pilkada Maluku 2018.
Kiprah politik pria kelahiran, Werinama, 21 Mei 1971 ini begitu terang benderang. Menjadi pemanang di awal karir politiknya dan kalah di even setingkat di atasnnya adalah sebuah prestasi yang patut dibanggakan.

Fenomena kehadiran Abdullah Vanath di kanca politik lokal seri ke 2 ini, tentunya banyak memunculkan spekulasi yang beragam.
Banyak yang pesimis, banyak pula yang skeptis bahkan mencibir kehadirannya. Tapi yang lebih heboh saat ini adalah kehadiran sang "Raja Pala" telah membuat peta politik Maluku menjadi panas.

Apakalah kehadirannya di pesta jilid ke -2 nanti akan membuahkan hasil yang positif? semua serba misteri.
Tentunya, kali ini suhunya akan berbeda, berbeda pula strategi yang dimainkan. Vanath akan mendampingi Koedoeben dengan posisi sebagai cawagub. Pastinya pertarungan ini akan lebih sengit dan patut di sebut mega laga.
Mungkin akan serupa dengan karir petinju legendari Muhammad Ali. Ali pernah duel melawan George Foreman dan moment ini dicatat sejarah sebagai mega laga di arena tinju dunia.

Kala itu, Muhammad Ali hanya dilihat sebelah mata, mengingat Foreman merupakan petinju terhebat dan dianggap sulit dikalahkan. Apalagi, sebelumnya Ali telah menelan kekalahan dan gelar Juara dunia kelas berat harus lepas dari tangannya. Itu terjadi ketika pada 8 Maret 1971, Ali kalah angka dari Joe Frazier di New York, dan harus menyerahkan gelarnya.
Tapi, Ali yang dikenal dengan big mouth (si Mulut Besar) justru menantanganya untuk bertinju di alam bebas tanpa penoton, pokoknya jauh di luar Amerika Serikat.

Pertandingan pun akhirnya digelar di Afrika, tepatnya di kota Kinshsa, Zaire. Ini berkat kenekatan promotor Don King, yang yakin, meski di ujung dunia, partai besar itu pasti ditonton orang berduti. Itulah sebabanya, karena jauhnya lokasi pertandingan dan berada di negara miskin di Afrikan, maka duel George Foreman dan Muhammad Ali, saat itu disebut “The Rumble in The Jungle“ (gemuruh di hutan).

Semua serba mungkin, Ali adalah sang juara dan pernah kalah. Vanath pun demikian, apalagi sobatnya Herman, tentunya pengalaman akan membawa kedua sosok ini lebih matang dalam bertindak. Dan jika nantinya Pilkada Maluku 2018 mendatang harus berlangsung dengan pertarungan head to head, maka pertarungan nanti adalah mega laga “The Rumble in The Jungle“, seperti yang dilakoni Ali vs Foreman.

Apapun itu yang terjadi di 2018 mendatang, namun ayah dari Abdurahman Sidiq Vanath, itu telah membulatkan tekad bersama pasangannya Herman Adrian Koedoebon untuk tampil menjadi opsi lain bagi masyarakat Maluku kedepan dengan mengusung jargon HEBAT (Herman - Vanath).

Biodata Singkat :
Nama : Abdullah Vanath, S.Sos, MMP
Ttl : Werinama, 21 Mei 1971
Agama : Islam
Pendidikan Terakhir : Magister
Istri : Hj. Rohani Vanath
Anak : -Abdurahman Sidiq Vanath

=========
Riwayat Pekerjaan :
• Karyawan PT Bank BPR Modern Ekspress Ambon
• Ketua Koperasi serba usaha Talavolas Ambon
• Direktur CV Talavolas Ambon
• Bupati SBT periode 2004 - 2009 dan 2010 -2015
RIWAYAT ORGANISASI
• Ketua Pusat Peran Serta Masyarakat Kota Ambon
• Ketua Pedagang Kaki Lima Ambon
• Ketua Tim Percepatan Pembentukan Kabupaten SBT
• Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Maluku

(dhino pattisahusiwa)

Berita terkait