iklan-banner-01
iklan-banner-02

Demi Amankan Kotak Suara Brigpol Tuhuteru Rela Berjalan Kaki Sejauh 10 Km

Brigpol Bastian Tuhuteru, saat membawa kotak suara dalam proses pilkada tahun 2018 menuju Dusun Walafau Desa Wamcana Kabupaten Buru Selatan.
PAMANAWANews, BURU- Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku sudah berakhir usai tahapan pencoblosan, 27 Juni 2018 lalu.

Meski proses perhitungan suara secara resmi baru akan dilakukan manual oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku pada 7-9 Juli mendatang, namun pesta demokrasi itu dinyatakan berjalan lancar, aman dan tanpa kendala.

Dibalik kelancaran dan keamanan pesta rakyat lima tahunan ini, ada sebuah peristiwa yang patut menjadi pembelajaran kepada Pemerintah Daerah maupun penyelenggara dikemudian hari.

Salah satunya adalah fasilitas jalan sebagai akses penghubung jalur darat dalam menunjang pelaksanaan pesta demokrasi tersebut.

Akses jalan yang tidak memadai tergambarkan saat pendistribusian logistik Pilkada seperti kotak suara di Dusun Walafau, Desa Wamcana, Kabupaten Buru Selatan.

Fasilitas jalan untuk sampai disana harus dilalui dengan perjuangan ekstra dan tulus. Sebab, jalan yang belum di aspal, ditambah cuaca yang kurang bersahabat seperti guyuran hujan membuat pendistribusian logistik tak bisa ditembus, akibat banjir, longsor dan jalan berlumpur.

Kendati demikian, peristiwa itu tidak mematahkan semangat Brigadir Polisi (Brigpol) Bastian Tuhuteru bersama seorang petugas KPPS dalam mengawal dan mengamankan kotak suara agar sampai tepat pada waktunya.

Pengabdian tanpa batas, ditunjukan seorang anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Namrole, Polres Pulau Buru ini yang harus melewati lumpur, serta derasnya air sungai akibat banjir. Bahkan, ia rela berjalan kaki sejauh 10 kilometer.

Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Dusun Walafau hanya berjumlah 34 orang. Dusun terpencil ini masuk dalam nomor urut 3 Tempat Pemungutan Suara (TPS), Desa Wamcana.

Meskipun jumlah DPT yang tak sampai 50 orang, namun sebagai warga Negara Indonesia, mereka memiliki hak untuk menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin kedepan. Harapannya, kondisi yang dialami saat ini bisa berubah.

Menuju Dusun Walafau, Brigpol Bastian Tuhuteru yang merupakan anggota jajaran Polda Maluku ini awalnya tidak sendiri. Ia bersama sejumlah petugas penyelenggara Pemilu.

Akibat akses jalan dari Namrole, Ibukota Kabupaten Buru Selatan terjadi longsor, mereka harus menempuh perjalanan laut menuju Desa Wamcana yang ditempuh kurang lebih 50 menit.

Di Desa Wamcana, anggota Polisi berpangkat tiga ekor kuning di pundaknya ini terkendala dengan ketersediaan kendaraan. Sepeda motor warga hanya ada 2 unit.

Tuhuteru dipercayakan berangkat lebih awal. Ia membonceng kotak suara. Sementara 1 unit motor lainnya dari belakang yang digunakan petugas KPPS dan Linmas.

Melalui jalur darat, jarak yang ditempuh menuju Dusun tersebut sejauh 15 Km. Bahkan, lintasan yang dilalui berlumpur atau becek akibat terjadinya hujan. Belum lagi melewati sungai yang arusnya kencang.

Berjuang melawan ganasnya alam, usaha Tuhuteru tidak sia-sia. Sebab, mereka berhasil melalui rintangan tepat pada hari pencoblosan setelah melewati hampir dua hari perjalanan.

Perjuangan Tuhuteru tidak sampai disitu. Sebab, esok harinya setelah pencoblosan, Ia harus kembali mengawal kotak suara menuju Kota Namrole.

Bahkan, saat kembali, rintangan yang dihadapinya lebih besar. Sebab kala itu terjadi hujan lebat yang membuat akses jalan semakin rusak dan berlumpur.

Baru 5 Km perjalanan dari Dusun Walafau, Brigpol Tuhuteru terpaksa meninggalkan motor dan harus berjalan kaki sejauh 10.000 meter (10 Km) hingga sampai di Desa Wamcana.

Guna menjalankan tugasnya secara profesional dalam rangka mengamankan kotak suara sampai ke tujuan, Tuhuteru rela memikulnya sambil berjalan menyusuri jalan berlumpur dan derasnya arus sungai.

"Tugas dan tanggungjawab yang dilakukan Brigpol Tuhuteru, kami apresiasi. Ia menunjukan loyalitasnya sebagai anggota Polri yang Promoter dan siap melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat," salut Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Polisi Muhamad Roem Ohoirat kepada PamanawaNews.com, Rabu (4/7/2018). (PN-09)

Berita terkait

Berita Populer