iklan-banner-02
iklan-banner-02

Abdi Hukum yang Merakyat

SEGUDANG prestasi telah diukir. Menjadi abdi hukum tentunya merupakan pilihan yang tidak gampang. Komitmen dan loyalitas serta profesionalisme tentunya menjadi hal yang mutlak untuk dipegang seorang aparat penegak hukum. Di saat semua orang banyak berharap cemas dan kerap mencibir akan upaya penegakan hukum di daerah ini, ada sosok Jaksa tegas, berwibawa penuh teladan yang mampu memberikan harapan terkait impian kebanyakan orang itu.
Herman Andrian Koedoeboen, SH, MS,i.

Adalah Herman Andrian Koedoeboen, SH, MS,i. Sosok yang sangat bersahaja yang memiliki integritas diri tetapi juga dikenal memiliki disiplin yang tinggi dalam menjalankan tugasnya sebagai abdi hukum.

Bertugas sebagai seorang jaksa Pak Hery begitu disapa, memiliki  reputasi yang sangat dipercayai oleh Negara. Berbagai jenjang karir terus diemban hingga kini berada di jabatan yang sangat strategis sebagai Inspektur IV pada Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejagung RI.

Orang Maluku siapa yang tidak bangga kalau anak asli Maluku berada dipusaran kepemimpinan lembaga hukum Nagara? Sudah Pasti ada kebanggaan tersendiri, karena  diakhir decade ini Maluku seakan banyak kehilangan tokoh-tokoh dengan potensi kepemimpinan yang mumpuni di tingkat Nasional.

Suami dari dr. Yuliana Notanubun, Sp. OG ini oleh sebagian warga dikenal cukup supel dalam kehidupan sehari-harinya.  Banyak warga di tempat dia bertugas memberikan banyak kesan positif  tentang sosoknya.  Sebagai aparat penegak hukum, Hery  memulai masa tugasnya sebagai Jaksa di daerah asalnya Maluku Tenggara dengan menjabat sebagai Kasi Intelejen pada Kejaksaan Negri (Kejari) Tual pada tahun 1998 - 1990.

Di tahun yang sama 1990, prestasinya mulai menanjak dengan menjabat sebagai   Jaksa Pemeriksa di Kejari Tual, tahun 1990 hingga tahun 1991.  Berkat keuletan dan disiplin yang dimiliki tahun 1991, Hery kemudian dipromosikan menjabat sebagai Kasi PIDUM Kejari Tual tahun 1991-1993.

Ayah dari Prasky Augia Bintang Koedoeboen, ini karirnya terus meroket. Pada tahun 1998, putra kelahiran Ohoiwait 18 Juni 1957 kemudian dipromosikan pada jabatan baru sebagai Kabag. TU Kejati Maluku 1998 -2000. Di akhirnya tahun 2000 kembali Hery dipercaya memimpin Kejari Masohi dengan menjabat sebagai Kajari hingga tahun 2002.

Disiplin dan keuletan dalam menjalani tugas negara membuatnya terus dipercaya memegang jabatan-jabatan penting di Korps Adiyaksa. Setelah menjabat Kajari Masohi, tahun 2002 promosi jabatan pun diperoleh, dengan menjabat sebagai  Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) di  Kejati Maluku tahun 2002 - 2003.

Terjun ke Dunia Politik

Herman Adrian Koenoeboen merupakan satu diantara sejumlah birokrat tulen yang cukup piawai dalam membaca peluang. Bermodalkan sejumlah prestasi dengan tekohan yang dimiliki, di tahun 2013 Herman pun mulai terjun ke pentas politik lokal dan akhirnya berhasil terpilih sebagai Bupati Maluku Tenggara (Malra) periode 2003 - 2018.

Setelah menyelesaikan masa pengabdiannya membawa Kabupaten Malra sejajar dengan kabupaten lainnya di Maluku, Hery kembali ke penugasan sebagai Jaksa senior di Kejagung RI dengan menjabat sebagai salah satu   Jaksa Fungsional pada  Juli 2010 dan akhirnya kembali dipercaya menjabat Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Maluku di tahun yang sama.

Cukup gemilang prestasinya,  kursi empuk Wakajati Maluku dipegang tidak lama, di tahun 2010 itu, Hery kembali dipromosi menduduki jabatan yang sama sebagai Wakajati Gorontalo hingga tahun 2015. Hanya setahun, jabatan sebagai Kajati Gorontalo pun dipercayakan Kajagung kepada alumnus Fakultas Hukum Unpatti itu hingga tahun 2016 silam.

Disela-sela penugasannya sebagai seorang Jaksa, popularitas Herman yang begitu menanjak telah menjadikan "mutiara" dari bumi larvul ngabal  ini terus dikagumi.  Pentas politik yang membawanya ke jabatan Bupati Malra, kembali dijejaki. Dia kemudian terpilih menjadi Cagub Maluku tahun 2013 silam. Parpol besutan Megawati Soekarno Putri yakni PDI-P menetapkan pilihnya kepada Herman yang saat itu disandingkan dengan pengusaha lokal Daud Sangadji, SE sebagai paket cagub-cawagub di Pilkada Maluku periode itu.

Penentuan parpol berlambang "moncong putih" kepada dirinya saat itu boleh dikata menjadi sebuah pangakuan atas popuparitas yang dimiliki. Pasangan Herman - Daud yang diusung dengan  jargon MANDAT saat itu mampu menepis keraguan banyak kalangan akan elektabilitas yang dimiliki seorang Herman Adrian Koenoebeon.

Meski  kalah dalam putaran pertama Pilkada Maluku saat itu, namun pasangan MANDAT mampu meraup suara yang cukup signifikan dan membawa pasangan ini berada di peringkat ke-3 perolehan suara.

Reputasi dan prestasi seorang Herman tidak bisa diragukan lagi. Kalah dalam pertarungan politik, namun prestasi dan karir di dunia birokrasinya tetap menanjak. Herman oleh pimpinan di Gedung Bundar Kajagung tetap mendapat simpatik, sosok berwibawa dan penuh kharismatik dan disiplin ini akhirnya kembali dipercaya menduduki jabatan bergengsi di Kejagung RI sebagai  Inspektur IV pada Jaksa Agung Muda Pengawasan (JAM WAS).

Sosok Herman seakan menjadi bukti kualitas anak negeri Maluku di tingkat Nasional. 2 Juni 2016 menjadi momentum penting bagi Herman, dia dilantik disasana Baharudin Lopa Kejagung.

"Saya minta terima kasih atas dukungan dan doa dari masyarakat Maluku dimana saja, agar dalam mengemban tugas pada jabatan yang baru di Kejagung ini dapat dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan untuk membawa harum nama Maluku di kancah Nasional,"ungkapnya kala itu.

Tercatat dalam sejarah penegakan Hukum, saat menjabat sebagai Wakajati Maluku banyak perubahan yang dilakukan dalam kerangka penegakan hukum di Maluku, termasuk memberantas makelar kasus (Markus).  Kini dengan sejumlah prestasi di dunia birokrasi  dan pegalaman yang mumpuni dalam bidang penegakan hukum, telah menjadi modal besar bagi sosok Herman Adrian Koenoeboen untuk memimpin Maluku di masa mendatang.  Tentunya, di tangan seorang abdi hukum yang taat dan disiplin Herman akan mampu menciptakan Maluku yang Hebat di masa mendatang bersama pendampingnya Abdullah Vanath, S.Sos. MMP, putra Nuasa Ina yang dikenal sebagai tokoh pemekaran.  (dhino pattisahusiwa)

 

 ####

Biodata Singkat :

Nama : Herman A. Koedoeboen, SH, MS,i

Ttl : Ohoiwait, 18 Juni 1957

Agama : Kristen Protestan

Pendidikan Terakhir : Magister

Istri :  dr. Yuliana Notanubun, Sp.OG

Anak : Prasky Augia Bintang Koedoeboen

=========

Jenjang Karier

·        Kasi Intelejen Kajari Tual Tahun 1989-1990

·        Pemeriksa Kejari Tual Tahun 1990-1991

·        Kasi PIDUM Kejari Tual Tahun 1991-1993

·        Kabag. TU Kejati Maluku 1998 -2000

·        Kajari Masohi Tahun 2000 -2002

·        Aspidum Kejati Maluku Tahun 2002 -2003

·        Bupati Maluku Tenggara Tahun 2003 -2008

·        Jaksa Fungsional Kejaksaan Agung RI - Juli 2010

·        Wakajati Maluku 2010

·        Wakajati Gorontalo 2010 - 2015

·        Kajati Gorontalo 2015 - 2016

·        Inspektur IV JAMWAS Kejagung RI 2016 - sekarang

Berita terkait

iklan-banner-02
iklan-banner-02