iklan-banner-01
iklan-banner-02

Samual: Tak Ada Musdalub Golkar Maluku

H. Azis Samual, fungsionaris DPP partai Golkar.
PAMANAWANews, AMBON- Banyak desakan dari berbagai pihak internal maupun akademisi, untuk dilakukannya Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Partai Golkar Maluku. Tapi desakan itu tidak dikehendaki oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

Demikian kata fungsionaris DPP Golkar H. Asis Samual saat dikonfirmasi, Sabtu (30/6/2018). Menurutnya, DPP tidak menggubris desakan tersebut, karena itu hanya permintaan dari orang-orang yang ingin menghancurkan partai Golkar.

Ia menjelaskan, Musdalub terjadi melalui sebuah mekanisme dan aturan main partai. Bukan berdasarkan desakan dari segelintir partai.

“Kita sudah diskusi beberapa petinggi partai terkait petahana yang kalah dalam pilkada yakni Maluku, Bali dan Pekan Baru  Riau. Kan dalam hal ini masa jabatan gubernur terpilih baru di lantik serentak Juni 2019. Jadi pak Said Assagaff masih menjabat Gubernurnya sampai Juni 2019. Jadi kesimpulannya tidak ada musdalub dimana-mana,” tegas Samual.

Mantan Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Timur DPP Golkar ini menyatakan, pelaksanaan Munas Golkar juga semakin dekat yakni tahun 2019. Sehingga untuk pelaksanaan musdalub tidak akan terjadi. Bukan saja di Maluku tetapi seluruh provinsi yang mengalami kekalahan dalam pilkada kemarin. 

DPP masih memberikan kesempatan kepada para ketua DPD Provinsi untuk membenahi partai, kader menghadapi Pilpres dan Pileg tahun 2019 nanti.

“Untuk Maluku dan pekan baru Riau karena mereka mengakhiri masa jabatan Juni 2019 maka dipastikan tidak ada musdalub karena musdalub  hanya digoyangkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab dan membuat rusak partai,” ungkapnya. 

Samual menyampaikan, interval pelaksanaan Munas Golkar sudah dekat sehingga DPP Golkar tidak akan menyetujui dan menolak dengan keras desakan untuk pelaksanaan musdalub bagi daerah yang mengalami kekalahan dalam pilkada. 

Fungsionaris DPP Golkar asal Maluku ini meminta kepada seluruh kader partai di Maluku agar tetap solid untuk mempertahankan kewibawaan partai dan tetap bekerja keras untuk memenangkan Pilpres dan Pileg 2019 nanti. 

“Kalau ada yang mencoba menggoyang petahana yang kalah maka di DPP Golkar akan menolak. Jadi tidak perlu ditanggapi. Semua harus solid untuk mempertahankan kewibawaan partai. Namanya pertarungan ada kalah dan menang. Kalau Pa Said Kalah itu sudah garis tangan, karena Tuhan yang mengatur," ujarnya.

Olehnya itu, Samual meminta pengurus maupun kader Golkar Maluku agar tidak perlu larut dalam kekecewaan. Tetap solid dan terus bekerja keras.

"Tidak perlu kecewa, saya juga pernah calon Gubernur. Kalah itu hal biasa. Jadi saya anjurkan untuk menahan diri dan tidak terprovokasi dengan orang-orang yang hanya ingin menghancurkan partai,” tandasnya. (PN-09)

Berita terkait