iklan-banner-01
iklan-banner-02

Saddam Al Jihad Pimpin PB HMI 2018-2020

R. Saddam Al Jihad diambil sumpah setelah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PB HMI periode 2018-2020 di Auditorium Unpatti Ambon, Minggu (25/2/2018) / pamanawanews.com
PAMANAWANews, AMBON– Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke-30 di Kota Ambon tuntas sudah dengan terpilihnya Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Periode 2018-2020, Minggu (25/2/2018).

Pantauan pamanawanews.com sejak Sabtu malam (24/2/2018) hingga Minggu sore, (25/2/2018), dinamika Kongres yang berlangsung di auditorium kampus Universitas Pattimura berlangsung alot dan menegangkan.

Sebanyak 16 kandidat ikut bertarung memperebutkan posisi Ketua Umum PB HMI dari 21 bakal calon sebelumnya. Peserta yang memberikan hak suara sebanyak 191 dari 211 cabang se Indonesia. 

Pemilih putaran pertama terdapat sebanyak 16 kandidat. Yaitu, Muhamad Ridal, Ilham Akbar Mustafa dan Iswanto HMI Cabang Makassar Timur, Agus Harta asal HMI Cabang Jakarta Selatan. Achyar Al Rasyid (HMI Cabang Bandung), Asep Sholahuddin (HMI Cabang Ciputat). Fikri Suadu (HMI Cabang Manado), Keni Novandri Saputra (HMI Cabang Padang).

Idrus Pua Bhuku (HMI Cabang Malang), Pahmuddin Cholik (HMI Cabang Gowa Raya), Taufan Tuarita (HMI Cabang Makassar), Hari Azwar (HMI Cabang Palembang), serta Ari Bahari (HMI Cabang Jakarta Barat).

Perolehan suara putaran pertama, R. Saddam Al Jihad mengantongi 97 suara, Ilham Akbar Mustafa 45 suara dan Asep Sholahuddin 34 suara. sedangkan Fikri Suadu 7 suara, Arifin 1 suara, Haryanto 7 dan Keni Novandri hanya 1 suara.

R. Saddam Al Jihad akhirnya terpilih secara aklamasi setelah masuk putaran kedua dalam Sidang Pleno IV yang dipimpin Ketum HMI Cabang Ambon, Mohamad Ikbal Souwakil. 

Sebelumnya, 3 kandidat dinyatakan lolos putaran pertama yakni Saddam, Ilham Akbar Mustafa dan Asep Salahudin. Namun Ilham dan Asep menyerahkan dukungan kepada Saddam yang merupakan kader HMI asal Cabang Jatinangor.

Puncaknya, Presidium Sidang langsung membacakan Surat Keputusan (SK) Formatur Ketua Umum PB HMI Periode 2018-2020 terpilih bernomor 25/K-30/02/2018, tanggal Minggu 25 Februari 2018. Selanjutnya melakukan ikrar pelantikan kepada Ketum PB HMI terpilih Periode 2018-2020 atas nama R. Saddam Al Jihad.

Forum Kongres juga memilih dua orang mideformatur. Adalah, Ilham Akbar Mustafa dan Asep Salahuddin, langsung ditetapkan juga dengan sebuah Surat Keputusan bernomor 26/K-30/02/2018, tertanggal 25 Februari 2018.

Usai terpilih secara aklamasi, Ketum PB HMI Periode 2018-2020, R. Saddam Al Jihad, saat diwawancarai oleh awak media di Auditorium Kampus Unpatti Ambon, Minggu (25/2), menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada seluruh masyarakat Maluku, Badan Koordinasi Maluku, HMI Cabang Ambon serta panitia penyelenggara Kongres HMI ke-30, yang sudah antusias. Dimana Kongres bisa berlangsung dengan aman, damai dan penuh suka cita, serta berlangsung dengan semangat orang basudara.

"Kepada Badko HMI Maluku dan Maluku Utara, HMI Cabang Ambon serta panitia termasuk seluruh masyarakat Maluku, kami sampaikan terima kasih sebesar-besarnya. Karena atas penyertaannya sehingga Kongres HMI ke-30 ini bisa berjalan lancar, aman, damai serta penuh suka cita dan berbalut semangat orang basudara. Bukan hanya itu, kapada pihak Unpatti yaitu Rektor Prof. Dr. MJ Sapteno juga kami sampaikan terima kasih yang tak terhingga atas fasilitas yang telah disediakan kepada HMI untuk melaksanaan Kongres ke-30," tutur Ketum PB HMI Periode 2018-2020 ini.

Dia berjanji, HMI akan tetap menjaga nilai utuh terkait independensi tanpa terkecuali. Sebab, kata dia, HMI akan menjaga generasi ilmu, menjaga generasi amal untuk keberlanjutan HMI. 

"Sehingga tidak mungkin HMI berbicara soal 2019 saja, HMI juga akan berbicara soal masa depan bangsa ini. Bukan hanya 2019 untuk kepentingan politik semata. Kita lebih membangun generasi umat, bangsa dan mengedepankan pembinaan negarawan-negarawan muda," terangnya.

Bicara HMI, sambungnya, jangan sampai terasosiasikan dengan persoalan politik, namun lebih kepada tujuan HMI  yakni terbinanya insan akademis, pencipta pengabdi yang bernafaskan islam dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil, makmur yang diridhai Allah SWT. "Untuk itu, sama sekali tidak ada kata politik di dalamnya," tegas R. Saddam Aljihad. (PN-13/PN-07)

Berita terkait