iklan-banner-01
iklan-banner-02

Rekonsiliasi HMI, Misi Penting Hari Azwar di Ambon

PAMANAWANews, AMBON- Pekan mendatang, Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) akan digelar di Kota Ambon, Provinsi Maluku, Rabu (14/2/2018). Salah satu kandidat Ketua Umum Pengurus Besar (PB) HMI, adalah Hary Azwar, mantan ketua umum HMI Cabang Palembang.
Hary Azwar, kandidat Ketua Umum PB HMI

Abdul Razak Sanalu, Mantan Pengurus HMI Cabang Ambon mengatakan, kongres ke 30 ini, selain memilih nahkoda baru, juga membahas sejumlah agenda, baik berkaitan langsung dengan masa depan organisasi maupun kepentingan umat dan bangsa. 

Sebagai organisasi besar dan tertua di Indonesia, kata Razak, HMI memiliki tanggungjawab moril yang sangat besar untuk kemajuan bangsa. 

Berbagai peristiwa penting di tanah air telah mendokumentasikan betapa besar konstribusi HMI terhadap Bangsa Indonesia. 

Di masa-masa yang sulit sekalipun, lanjut Dia, HMI tetap berada digaris paling depan untuk membentengi negeri ini dari rongrongan negara-negara kapitalis yang ingin menguasai sejak awal kemerdekaan direbut oleh para pejuang Indonesia. 

"Dengan melihat sepak terjang HMI dalam mengisi kemerdekaan Indonesia sampai dengan hari ini, maka penting buat HMI sendiri secara internal harus mampu mempertahankan positioningnya sebagai organisasi yang kuat dan solid," tutur Razak kepada pamanawanews.com, Kamis (8/2/2018).

Menurut Razak, fragmentasi internal hingga berujung dualisme HMI pada saat kongres di Padang tahun 1986, harus diakhiri.

Dualisme HMI, tambah Razak, hanya lantaran perbedaan pendapat dalam menyikapi penerapan pancasila sebagai asas tunggal.  

"Ini haruslah diakhiri. Kondisi ini sangat tidak menguntungkan organisasi," ujarnya.

Untuk itulah, tambah Razak, jika Hary Azwar diberikan amanah untuk memimpin HMI kedepan, makanya dirinya akan berupaya melakukan konsolidasi politik, sehingga dapat menyatukan kedua versi yang serumpun itu. 

"Jika amanah itu diberikan kepada Hari Azhar untuk memimpin HMI periode kedepan, saya yakin, dia akan menempuh jalan islah untuk menyelesaikan konflik antara HMI Dipo dan MPO," tandasnya. (PN-21)

Berita terkait

iklan-banner-02
iklan-banner-02