iklan-banner-01
iklan-banner-02

Prabowo-Sandi Diharapkan Mewujudkan Kedaulatan Energi Nasional

Pakar Energi Dan Kelistrikan Ali Herman Ibrahim (tengah) dalam diskusi Pasca Jokowi: Kedaulatan Energi, Apa Solusinya? di Jln Sriwijaya Jakarta Selatan Kamis, (7/2/2019).
PAMANAWANews, JAKARTA--- Pakar Energi dan Kelistrikan Ali Herman Ibrahim menyampaikan bahwa untuk mewujudkan Kedaulatan Energi Nasional itu mesti menciptakan energi yang handal, cukup dan berkelanjutan untuk pembangunan Nasional dan kehidupan yang lebih layak bagi rakyat Indonesia.

Namun, menurut Ali, keadaan dan ketersediaan energi Nasional di pemerintahan Jokowi-JK saat ini ditandai dengan banyak permasalahan yang menyangkut dengan BBM, LPG, listrik dan Gas Alam.

"Empat tahun terakhir pemerintah Joko Widodo selalu bermasalah BBM naik, Elpiji kecil bahkan import, kita bayarnya mahal," ujar Ali dalam diskusi Pasca Jokowi: Kedaulatan Energi, Apa Solusinya? di Jln Sriwijaya, Jakarta Selatan, Kamis, (7/2/2019).
 
Bukan hanya itu, Ali mengatakan bahwa pengelolaan dan penyediaan BBM, LPG dan listrik juga masih dibantu dana APBN dengan jumlah yang signifikan.
 
Bahkan saat ini juga, kata Ali, lebih dari separuh penyediaan BBM dan LPG masih impor dari luar. Padahal ketersediaan gas alam dalam negeri cukup banyak, tapi keluhan kekurangan pasokan sering terjadi di Sumatera Utara, Jawa Barat dan Sumatera Selatan.
 
Selain itu, lanjut Ali, turun naik kecukupan pasokan listrik, keluhan atas tarif dan berkaitan dengan isu Inefisiensi, demikian pula harga LPG.
 
"Listrik tentu lebih nyaman. Bayangkan jika Listrik padam, Industri dan semuanya lumpuh," tandasnya.
 
Mesti begitu, kedepanya kedaulatan energi dapat terwujud bila beban ketergantungan impor (BBM dan LPG) dapat dihilangkan. Sehingga harus ada terobosan untuk mengurangi pemakaian BBM dan Elpiji dengan elektrifikasi angkutan, konversi BBM ke Gas, dan mobil listrik.
 
Untuk itu, Ali berharap jika pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga menang pilpres Periode 2019-2024, nantinya sektor energi listrik harus dikelola dengan serius untuk diandalkan menjadi pendorong industri nasional.
 
Dirinya berharap juga, pemerintah melakukan audit pengelolaan Gas Negara dan solusi untuk menjamin kepentingan ketersediaan energi dalam negeri. Dan Audit sektor kelistrikan mencakup ketersediaan bahan bakar dan pengadaan pembangkit, perencanaan untuk menghilangkan Inefisiensi serta dapat membantu Rasionalisasi tarif.
 
"Saya berharap, BBM, listrik, Batubara, Gas Alam, LPG dan Energi Terbarukan perlu diatur, agar korelasi substitutive positif, sehingga kedaulatan energi kita bertambah kuat," tandas Ali Herman Ibrahim. (PN-01/adp)
 
 

Berita terkait