iklan-banner-01
iklan-banner-02

Penggelembung Suara Pemilu 2019 Bakal Hadapi Dua Pengadilan

Mahfud MD.
PAMANAWA- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan bahwa ada dua pengadilan yang akan ditempuh jika ada pihak sengaja menyebabkan suara pemilih tak bernilai atau menyebabkan suara peserta pemilu bertambah atau berkurang.

Hal itu dikatakan Mahfud lewat akun Twitternya menanggapi dugaan kasus penggelembungan suara pada pemilu serentak 2019.

“Pertama pengadilan pidana untuk menerapkan hukuman pidana bagi pelakunya,” tweet Mahfud.
 
Sementara pengadilan kedua yang harus dijalani adalah pengadilan konstitusi di Mahkamah Konstitusi (MK) guna untuk mengembalikan suara yang sudah digelembungkan atau dikurangi oleh pelaku tersebut.
 
“Pengadilan MK, untuk mengembalikan suaranya sesuai faktanya,” pungkas Mahfud.
 
Untuk diketahui, berdasarkan pasal 532 Undang-undang pemilu adalah setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang menyebabkan suara seorang pemilih menjadi tidak bernilai atau menyebabkan Peserta Pemilu tertentu mendapat tambahan suara atau perolehan Suara Peserta Pemilu menjadi berkurang dipidana dengan pidana penjara paling lama empat tahun dan denda paling banyak Rp48 juta. (PN-02/adt)

Berita terkait