iklan-banner-01
iklan-banner-02

Panwas Malteng Ajak Pelajar SMA Awasi Pilkada Maluku

Ketua Panwaslu Malteng Rizal Sahupala
PAMANAWANews, MASOHI- Sebagai pemilih pemula, pelajar SMA diharapkan dapat berpartisipasi dalam meminimalisir pelanggaran saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku tahun 2018 mendatang.
Mempersiapkan itu, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) melakukan kegiatan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif Pemilih Pemula kepada pelajar se-Kota Masohi yang berlangsung di kantor Kecamatan Masohi, Senin (21/11/2017).

“Kegiatan ini dalam rangka persiapan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku tahun 2018 mendatang,” kata Ketua Panwaslu Malteng, Rizal Sahupala yang didampingi Kordiv Hukum dan Penindakan Pelanggaran, Abdul Syukur Amahoru.

Sosialisasi pengawasan Pemilihan Umum (Pemilu) Partisipatif bagi pelajar SMA ini diharapkan dapat menjadi penggerak dan pelaksana dalam setiap berlangsungnya pesta demokrasi.

"Diharapkan pemilih pemula dapat membantu mengingatkan, mengajak dan menghimbau masyarakat, khususnya kerabat terdekat untuk berpartisipasi melakukan pengawasan Pilgub Maluku 2018 maupun Pemilu 2019 nanti," terangnya.

Rizal mengatakan, kegiatan ini juga untuk memberikan pengetahuan kepada pelajar sebagai pengawas partisipatif, sehingga minimal dapat memberikan laporan atau informasi awal serta menjadi mata dan telinganya Panwaslu. Disisi lain, kegiatan ini sekaligus memberikan dan menumbuhkan rasa kesadaran berdemokrasi dikalangan generasi muda yang ada di Kabupaten Malteng.

"Secara filosofis politis pemilihan adalah hajatan rakyat, sehingga dengan adanya sosialisasi ini, kita dapat mengatasi keterbatasan personel pengawasan, mencegah, mengurangi praktek pelanggaran, mendorong hasil pemilihan yang lebih berintegritas dan menghasilkan Pemimpin yang berkualitas tanpa adanya pencederaan demokrasi menuju pemerintahan dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat," imbuhnya.

Ia mengatakan, sosialisasi pengawasan Pemilu terhadap pelajar diselenggarakan sebagaimana slogan Bawaslu yakni Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakan Keadilan Pemilu.

"Manifestasi jargon ini adalah Pemilu milik seluruh rakyat Indonesia karena itu, partisipasi rakyat adalah bagian terpenting terciptanya Pemilu demokratis, berkualitas yang dapat diwujudkan dalam peran-peran elemen masyarakat,” ujarnya.

Pelajar, sambung Rizal, ibarat kertas putih yang harus diisi dengan pendidikan politik yang baik, sehingga bisa melahirkan generasi penerus sebagai agen perubahan.

Menurutnya, pelajar merupakan wujud dari pendidikan dan partisipasi politik masyarakat. Olehnya itu kegiatan ini dimaksudkan untuk mengajak mereka sebagai bagian dalam mensukseskan penyelenggaraan pilkada dan bukan hanya sebagai penonton.

"Karena hakikat demokrasi lokal adalah bagaimana mendorong partisipasi masyarakat di dalamnya. Sehingga kami mengharapkan Output dari kegiatan sosialisasi ini dapat melahirkan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur di Bumi Pamahanunusa yang demokratis," tandasnya.

Untuk diketahui, kegiatan tersebut diikuti siswa maupun guru dari SMA Negeri 1, 2, dan 3 Masohi, SMA Negeri Mathlaul Anwar, SMK dan SMA Negeri Muhammadiyah, SMA Negeri Yos Soedarso, SMK Negeri 1 Masohi, SMA Kristen dan MAN 2 Maluku Tengah. (PN-20)

Berita terkait