iklan-banner-01
iklan-banner-02

Panglima TNI: Soliditas TNI/Polri di Maluku Indah

Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat di wawancarai awak media, Senin (20/11/2017) / Sumber Foto: IST
PAMANAWANews, AMBON- Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, sambangi Kota Ambon, Provinsi Maluku. Dalam lawatannya, Ia mengaku bangga melihat soliditas TNI dan Polri di Maluku yang terbangun begitu indah.
Kedatangan Orang nomor 1 Tentara Nasional Indonesia (TNI), ini untuk memberikan arahan Presiden RI Joko Widodo terhadap jajaran Kodam XVI/Pattimura dan Polda Maluku. Arahan berlangsung di lapangan indor Kediaman Pangdam, Tapal Kuda, Kelurahan Benteng, Kota Ambon, Senin (20/11/2017).

"Saya datang ke sini untuk menemui prajurit prajurit saya, baik TNI maupun Polri. Yang pertama saya mengucapkan terima kasih. Kenapa demikian, karena selama ini kebersamaan antara TNI Polri begitu indah disini. Kita lihat selalu bersama sama disini. Kedua, saya datang kesini untuk menyampaikan pesan Presiden,” kata Nurmantyo kepada awak media.

Soliditas TNI dan Polri, kata Nurmantyo, merupakan tonggak yang kuat untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Repoblik Indonesia (NKRI). Kebersamaan TNI dan Polri akan mewujudkan stabilitas keamanan dan politik. Bila stabilitas keamanan dan politik terjamin, maka pembangunan dan investasi akan berjalan, serta ekonomi bakal meningkat.

Menurutnya, kedepan merupakan tahun tahun politik. Olehnya itu, lanjut Dia, Presiden mengingatkan, agat TNI dan Polri dapat mengontrol serta saling mengingatkan satu dengan yang lainnya.

“Pada saat di akademi Kepolisian, Saya meminta tolong kepada para Kapolres agar ikut mengontrol prajurit saya dimanapun mereka bertugas. Apabila ada yang berbuat tidak netral agar ingatkan pelakunya, secara berjenjang laporkan kepada atasannya sampai kepada saya. Kapolri juga menyampaikan kepada Saya kalau ada prajurit Polri yang ditemukan agar diingatkan. Jadi kita saling mengingatkan,” jelasnya.

Dalam pesta demokrasi, TNI dan Polri harus bisa menjadi penengah. Sehingga jika terjadi permasalahan, maka kedua kubu yang berkonflik bisa menerima. Sebab, penengah merupakan orang yang netral. “Maka itu kuncinya dalam menjaga keamanan dan netralitas,” ujar Nurmantyo.

Presiden, lanjut Nurmantyo, juga menyampaikan bahwa politik TNI dan Polri adalah semata mata untuk menjaga NKRI. Sebagai prajurit, sosok TNI dan Polri harus taat kepada hukum dan mementingkan serta mengutamakan rakyat diatas segala galanya.

“Taat kepada atasan, berjenjang dari bawah ke atas. Atasan Polri yakni Presiden, atasan TNI juga Presiden Repoblik Indonesia yang dipilih secara sah sesuai konstitusi,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, TNI dan Polri harus bisa memetakan daerah mana saja yang diketahui rawan pada setiap pelaksanaan pesta rakyat lima tahunan nanti. TNI dan Polri diharapkan dapat berbaur dengan warga dan mengetahui tokoh tokoh masyarakat setempat.

"Justru Saya perintahkan kepada Pangdam, para Dandrem nanti akan kumpul semuanya, bahwa tugas TNI harus mampu memetakan daerah mana saja yang rawan konflik. Dan sejak awal harus tau siapa tokoh tokoh masyarakat disitu, apa penyebab konfliknya. Dengan demikian maka sejak awal harus bisa menetralisir. Apabila terjadi konflik kita tau siapa tokoh yang bisa menetralisir kita minta bantu dari tokoh tersebut,” harapnya.

Disisi lain, Perwira Bintang Empat ini mengaku bangga terhadap prajuritnya yang lebih mementingkan kepentingan bersama dalam menjalankan tugas dari pada kepentingan individual. Hal ini terlihat, kata Dia, saat membuka sesi tanya jawab dalam tatap muka bersama anak buahnya.

"Saya sangat bangga saat membuka pertanyaan pertanyaan dan pertanyaan dari perwakilan satuan tidak ada satupun pertanyaan yang hanya untuk kepentingan pribadi. Bahkan ada yang menyarankan agar sering diberikan pengarahan baik dari atasan atasan TNI maupun atasan atasan dari Polri. Jadi kan pertanyaan dan saran untuk kepentingan tugas. Minta heli untuk latihan, minta kapal untuk jalankan tugas. Jadi semuanya untuk tugas,” ungkapnya.

Untuk diketahui saja, Jenderal Gatot Nurmantyo tiba di Kota Ambon, tanggal 19 November 2017, petang. Ia menginap di Swissbell Hotel.

Kedatangannya ke Ambon setelah memberikan penghargaan kenaikan pangkat diatas satu tingkat kepada puluhan anak buahnya yang berhasil membebaskan para sandera dari genggaman Kelompok Kriminal Bersenjata di Timika, Papua. (PN-07)

Berita terkait