iklan-banner-01
iklan-banner-02

Nomor Urut Pilkada Maluku: Santun, Baileo dan Hebat

PAMANAWANews, AMBON- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku menggelar pengundian nomor urut pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku di Swissbell Hotel, Kota Ambon, Selasa (13/2/2018).
Pengundian nomor urut paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku di Swisbell Hotel, Selasa (13/2/2018).

Pasangan Said Assagaff-Andreas Rentanubun (Santun) memperoleh nomor urut 1, disusul nomor urut 2, Irjen Pol. Murad Ismail-Barnabas Orno (Baileo) dan Herman Koedoeboen-Abdullah Vanath (Hebat), nomor urut 3.

Pengambilan nomor urut yang dihadiri langsung tiga paslon yang akan bertarung, merebut kursi Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku periode 2018-2023.

Nomor urut 1 jatuh pada paslon berakronim Santun. Paslon petahana ini dinyatakan lolos setelah diusung partai Golkar, Demokrat dan PKS serta didukung PBB. Sementara Baileo di nomor urut 2 di usung partai PDIP, Nasdem, Gerindra, Hanura, PPP, PAN, dan PKB yang didukung partai Perindo. Sedangkan nomor urut 3 berakronim Hebat dinyatakan lolos melalui jalur perseorangan.

Penetapan nomor urut yang dilakukan KPU Maluku itu dihadiri sejumlah ketua partai dan massa pendukung dari paslon masing masing.

Pengambilan nomor urut di jaga ketat ratusan aparat keamanan dari Polda Maluku dan Kodam XVI Pattimura.

Setelah pengambilan nomor urut berlangsung aman dan tertib, tahapan pilkada selanjutnya adalah masa Kampanye yang dimulai sejak tanggal 15 Februari hingga menjelang masa tenang, kedepan.

Kepada wartawan, Ketua KPU Maluku, Syamsul Rifan Kubangun mengatakan pihaknya telah menyelesaikan tahapan pengundian dan penetapan nomor urut bagi masing-masing paslon yang sebelumnya telah ditetapkan secara resmi sebagai pasangan calon dan menjadi peserta pada kontestasi Pilkada Maluku Juni 2018.

"Kami telah melaksanakannya dalam suasana kedamaian sesuai dengan keinginan kita dalam menciptakan Pilkada Damai, makanya kita sengaja membuat para calon duduk bersama dalam satu meja bundar, tanpa harus memisahkan mereka. Itu dilakukan agar sama-sama menciptakan suasana kedamaian dalam kontestasi Pilgub nanti, dan itu dimulai dari para kandidat yang ada agar tercipta Pilkada yang aman, damai dan bermartabat," ujar Syamsul. (PN-08)

Berita terkait

iklan-banner-02
iklan-banner-02