iklan-banner-01
iklan-banner-02

Menerka Makna Pernyataan Prabowo Subianto

PAMANAWANews, JAKARTA- Wacana Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto menjadi pendamping (Cawapres) Joko Widodo pada pilpres 2019 mendatang ramai dibicarakan publik.
Sidik Firmadi

Berdasarkan beberapa hasil lembaga survei kandidat terkuat dan berpotensi untuk kembali bertarung mengerucut pada dua nama yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Adapun Hasil Survei yang dirilis pada bulan februari 2018 lalu diantaranya Indobarometer Jokowi (48,8%) dan Prabowo (22,3%), kemudian, poltracking menempatkan Jokowi (57,6%) sementara, Prabowo (33,7%).
 
Menanggapi hal ini, Dosen Ilmu Pemerintahan STISIP Bina Putera Banjar, Sidik Firmadi menilai pernyataan Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa dirinya merupakan mandataris partai, akan mendengarkan suara partai, suara rakyat, suara sahabat, suara mitra, dan yang terpenting beliau akan mengedepankan kepentingan nasional.
 
Pernyataan Prabowo tersebut, Menurut Sidik, dapat dimaknai bahwa beliau secara tegas memberikan sinyal akan maju sebagai calon presiden (capres), bukan sebagai calon wakil presiden (cawapres) untuk mendampingi Jokowi.
 
"Karena sesungguhnya suara partai, suara rakyat (terutama yang mendukung beliau pada pilpres 2014), suara sahabat, dan mitra bisa diprediksi telah sepakat untuk mengusungnya sebagai capres 2019 mendatang," Kata Sidik dalam Keterangan resmi yang diterima Wartawan di Jakarta, Sabtu, (3/3/2018).
 
Sidik juga menyampaikan, Hal lain yang mempertegas bahwa Prabowo akan maju sebagai calon presiden (capres) adalah perkataan beliau yang akan selalu mengedepankan kepentingan nasional, justru karena itulah maka beliau hendak maju sebagai calon presiden.
 
"Karena beliau sadar bahwa satu-satunya jalan menjaga kepentingan nasional, menjaga aset negara, dan mewujudkan kesejahteraan rakyat, hanya bisa dilakukan ketika beliau menjadi presiden," Beber Sidik.
 
Namun, Lanjut Sidik, semua kembali kepada masalah waktu, karena dalam politik, 'Timing' menjadi pertimbangan yang cukup penting bagi para politisi untuk mengumumkan atau mendeklarasikan jagoannya maju dalam pilpres 2019 mendatang.
 
"Itu merupakan bagian dari strategi dengan harapan mampu memberi efek elektoral," Pungkasnya. (PN-01)
 

Berita terkait

iklan-banner-02
iklan-banner-02