iklan-banner-01
iklan-banner-02

Jokowi Kembali Diusung PKS

Joko Widodo Caleg PKS
PamanawaNesw, JAKARTA –Namanya diyakini mampu mendongkrak perolehan suara partai di wilayah pemilihan (Dapil) Jawa Tengah (Jateng) II. Kali ini Partai Keadilan Sejahtera (PKS), kembali mencalonkan figurnya yang memiliki kesamaan nama dengan Presiden RI Joko Widodo ini di dapil tersebut, setelah pada Pemilu lalu Joko Widodo gagal menuju kursi Senayan melalui Dapil Kalimantan Tengah.

Calon anggota legislatif PKS ini berseliweran di media sosial, sehingga menjadi bahan perbincangan warganet. Dapil Jateng II mencakup wilayah Kabupaten Kendal, Kota Salatiga, dan Kabupaten Semarang. Pada foto itu juga tertulis, Joko Widodo merupakan caleg nomor urut satu.

"Ya saya ditugaskan partai mengamankan satu kursi di Dapil II Jateng, saya nomor urut satu," kata Joko Widodo kepada Suara.com, Rabu (25/7/2018).

Joko Widodo, merupakan kader PKS yang pernah gagal menembus kursi DPR RI pada Pemilu 2014. "Sebagai pendatang baru saat itu, meski kalah tapi baguslah perolehan suara saya, dapat 24 ribuan suara. Jauh unggul dari caleg lain yang asli sana dan tokoh lama, hanya 20 ribuan," kata pria kelahiran Boyolali 5 April 1972 tersebut.

Joko Widodo mengakui, namanya yang sama dengan Presiden Joko Widodo turut mendongkrak popularitas dan elektabilitasnya. Tak berlebihan kalau pada Pemilu 2019 nanti, PKS berharap dirinya mampu mendongkrak perolehan suara partai di Jateng.

"Dapil II Jateng memang berat, tapi saya yakin dengan pengalaman di Kalteng Insya Allah lebih mudah, satu kursi bisa diperoleh," ujarnya.

Disinggung perihal namanya, pengusaha IT ini mengakui “Joko Widodo” adalah namanya sejak lahir. Bahkan, karena Presiden Jokowi kekinian beken, dirinya mendapat imbas positif.

"Berkah juga nama saya, mudah dikenal. Saat aksi 212, saya di lapangan dipanggil Jokowi," ungkap Ketua Yayasan Bina Amal Semarang ini.

Joko Widodo mengatakan, pencalegannya sudah mendapat restu baik dari DPP PKS maupun DPW PKS Jateng.

"Ya warga Jateng kan tahu saya, teman-teman wilayah juga mendukung. Awal Partai Keadilan (PK) berdiri, saya Ketua pertama DPD Partai Keadilan Jateng pada tahun 2000 hingga 2003," katanya. (PN-18/Ks)

 

Berita terkait