iklan-banner-01
iklan-banner-02

Jokowi Bertanggungjawab atas Tragedi Wantimpres Yahya Staquf ke Israel

Yahya Cholil Staquf di Israel. Ist
PAMANAWANews, JAKARTA- Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menegaskan bahwa yang bertanggung jawab atas kunjungan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Yahya Cholil Staquf ke Israel adalah Presiden Jokowi.

"Saya menyesalkan Presiden Jokowi membiarkan kunjungan Wantimpres Saudara Kyai Yahya Staquf Ke Israel. Ini sangat menciderai proses perjuangan bangsa Palestina atas kemerdekaannya," kata Mardani, Rabu (13/06/2018).

Inisiator gerakan #2019GantiPresiden itu juga mengatakan, Indonesia sejak dulu memiliki kebijakan yang konsisten untuk tidak mengakui Israel sebagai negara dan mendukung perjuangan bangsa Palestina mendapatkan Kemerdekaannya.
 
"Jadi, kehadiran seorang Wantimpres dalam undangan itu secara tidak langsung merusak perjuangan Indonesia yang dulu," ujarnya.
 
Kekecewaan ini juga sangat terasa dalam respon yang diberikan oleh Fatah, HAMAS dan masyarakat Palestina lainnya terkait hadirnya Tokoh NU itu.
 
"Mereka juga kecewa atas kunjungan Mr. Staquf ke Israel, terlebih lagi baru saja terjadi tragedi demontrasi berdarah yang menelan korban jiwa sebanyak 124 orang palestina oleh Israel," pungkasnya.
 
Mardani bilang, seharusnya Presiden Jokowi sebagai pimpinan bisa melarang anak buahnya dari merusak perjuangan founding fathers Indonesia.
 
"Presiden mestinya tidak boleh lepas tangan begitu saja. Mau atas nama pribadi atau pun negara, kan bisa dihitung dulu resikonya?," geramnya.
 
Akibat pembiaran oleh Presiden ini, lanjut Mardani, posisi Indonesia sebagai pendukung palestina menjadi buyar.
 
"Sikap Indonesia yang dari dulu dikenal dunia mendukung kemerdekaan Palestina itu jelas dan tidak ada tawar-menawar untuk itu, namun semuanya buyar karena pembiaran ini," kesal Mardani.
 
Untuk itu, Mardani Berharap Presiden Jokowi segera menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan anggota Wantimpresnya kepada bangsa Palestina yang sudah sejak lama menjadi sahabat rakyat Indonesia.
 
"Jangan rusak perjuangan founding fathers kita memperjuangkan hak bangsa Palestina untuk merdeka," tutupnya. (PN-01/adp)

Berita terkait