iklan-banner-01
iklan-banner-02

Jika Pilpres Dicurangi, Arief Gunawan: Resikonya Sangat Berat

Arief Gunawan (kiri) dalam diskusi di Tebet, Jakarta Selatan, Senin, (22/4/2019).
JAKARTA-- Ketua Perserikatan Wartawan Independen Pro Demokrasi (PWI-PD) Arief Gunawan mengatakan bahwa apabila hasil pilpres 2019 dicurangi, maka eskalasinya mengarah kepada hal-hal yang tidak bisa diterima oleh rakyat Indonesia.

"Mereka merasa suaranya dicuri. Resiko yang ada dalam bayangan saya berat sekali, bisa saja ini menimbulkan trauma politik," tutur Arief dalam diskusi di Tebet, Jakarta Selatan, Senin, (22/4/2019).

Arief menjelaskan, dalam perjalanan politik bangsa, sudah beberapa kali Indonesia mengalami trauma politik, dimana tahun 1965 rakyat mengalami ekses trauma politik yang sangat mengerikan.
 
"Kita chaos dan berdarah-darah, segala macam, terus tahun 1998 hal serupa juga terjadi, dan traumatik," ungkap Arief.
 
Arief pun khawatir pemilihan umum presiden 2019 akan mengalami hal yang sama. Padahal, sudah 73 tahun kemerdekaan Indonesia, salah satu cita-cita dan tujuan Indonesia merdeka adalah mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.
 
"Jadi saya melihat situasi yang terjadi sekarang, saya khawatir hasilnya berhenti sampai disini doang, tapi mudah-mudahan demokrasi kita kedepannya lebih baik lagi," pungkas Arief Gunawan. (PN-02/adt)

Berita terkait