iklan-banner-01
iklan-banner-02

Jangan Bertumpu APBN, Swasta Didorong Danai Riset

Ketua Komisi VII DPR RI, Satya Widya Yudha.
PAMANAWANews, JAKARTA- Ketua Komisi VII DPR RI Satya Widya Yudha Mengatakan bahwa pengembangan ilmu dan teknologi nasional di masa depan akan semakin maju jika didukung oleh riset dan penelitian yang mumpuni.

Namun, Dia mengakui, Kegiatan riset dan penelitian di Indonesia hingga saat ini masih belum menjadi hal yang dianggap penting. Bahkan, dana riset di Indonesia adalah paling kecil dibanding negara-negara ASEAN lainnya.

“Sayangnya, di Indonesia pengembangan riset dan penelitian belum mendapat tempat prioritas. Ini terendah di negara-negara ASEAN," kata Satya di Jakarta, Selasa, (13/2/2018).
 
Menurut Satya, Kecilnya dana riset tersebut, dikarenakan tidak memiliki daya dorong untuk menghasilkan IPTEK guna mendukung Innovation Driven Economy (IDE).
 
Politisi Golkar ini Menyebut, Dana riset Indonesia hanya 0,08 persen dari PDB. Tentu sangat kecil dibandingkan China yang mencapai 1,5 persen dan Korea 3,4 persen dari PDB. Bahkan, 80 persen dana riset dan penelitian masih bertumpu pada pembiyaan APBN. 
 
Untuk itu, Drinya mendorong keterlibatan swasta dalam riset dan penelitian yang tentu diperlukan sinkronisasi lintas sektoral sebagai prasyarat dukungan tercapainya IDE. 
 
"Jadi, untuk kita kedepannya harus libatkan swasta dalam pengembangan ilmu dan teknologi Nasional," tuturnya. (PN-01).

Berita terkait