iklan-banner-01
iklan-banner-02

Berkas Ditolak KPU, HEBAT Upayakan Perhitungan Ulang

HEBAT daftar di KPU Maluku, Minggu (26/11/2017), malam.
PAMANAWANews, AMBON- Hasil verifikasi KPU Maluku semalam terhadap berkas surat dukungan pasangan Herman A. Koedoebun dan Abdullah Vanath (HEBAT) ternyata hanya 99.203 dari 165.510 dukungan yang dimasukan saat melakukan pendaftaran sebagai bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Minggu (26/11/2017), malam.
Menganggap hasil verifikasi yang dilakukan KPU terdapat kekeliruan, tim HEBAT akan berupaya melakukan perhitungan ulang yang melibatkan Panwas dan Bawaslu Maluku.

"Hasil verifikasi KPU itu hanya 99.203 dukungan. Kita menduga jangan sampai ada kekeliruan dalam perhitungan. Masa kurang sampai 65 ribu sekian dari 165.510 yang kita masukan semalam. Makanya tidak masuk logika. Kita akan upayakan perhitungan ulang yang disaksikan Panwas Bawaslu dan Tim Hebat. Supaya tidak ada dusta diantara kita," kata Vendy Toumahu yang ditunjuk menerima berita acara dari KPU, kepada Pamanawanews.com via seluler, Senin (27/11/2017).

Menurutnya, perwakilan tim HEBAT yang ditunjuk semalam hanya merapikan berkas. Mereka tidak terlibat dalam perhitungan yang dilakukan KPU.

"Saat penerimaan berita acara, beta sudah sampaikan keberatan tapi tidak terakomodir oleh komisioner KPU," jelasnya.

Untuk diketahui, verifikasi yang dilakukan KPU pada Minggu (26/11/2017), malam, menetapkan pasangan HEBAT dari jalur perseorangan itu gugur. Sebab, mereka tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan yakni minimal mendapat dukungan melalui KTP, Kartu Keluarga dan Surat pernyataan dukungan sebanyak 122.895 orang.

Surat dukungan versi HEBAT yang katanya berjumlah 165.510 orang, ternyata dari hasil perhitungan manual yang dilakukan KPU Maluku, hanya terdapat sebanyak 99.203. Dengan demikian ada selisih sekitar 65.000 sekian.

Karena tidak memenuhi kuota sebagai syarat mutlak ditetapkan sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2018 mendatang, KPU memutuskan pasangan dari jalur Independen ini tidak lolos mengikuti pertarungan dalam pemilihan kepala daerah, tahun depan. (PN-08)

Berita terkait