iklan-banner-01
iklan-banner-02

ASN Kemenag Harus Netral Di Pilgub

Kakanwil Kemenag Maluku, Fesal Musaad.
PAMANAWANews, AMBON-Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Maluku, Fesal Musaad menegaskan agar seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Kementerian Agama untuk tetap menjaga netralitasnya dalam menghadapi momentum politik Pilgub Maluku dan Pilkada pada beberapa kabupaten/kota di Maluku. Hal ini penting, mengingat Kementerian Agama merupakan lembaga yang harus diletakan atau berada ditengah-tengah guna menjadi jembatan untuk mewujudkan kedamaian dan kerukunan umat beragama dari gejolak yang timbul akibat eskalasi suhu politik yang semakin meningkat. Hal ini disampaikan Musaad kepada PamanawaNews.com, Selasa, (6/2/18)

Selain menjaga netralitasnya, para ASN Kemenag di lingkungan Kemenag Maluku juga diharapkan proaktif dan terlibat dalam kampanye menebarkan kedamaian. "Ini juga penting dilakukan mengingat ada kemungkinan timbulnya gesekan akibat beda pandangan dan beda pilihan."tukas Musaad.

Musaad mengatakan, saat ini, Kementerian Agama Provinsi Maluku telah mengagendakan Dialog Kerukunan Umat Beragama untuk dilaksanakan disetiap kabupaten/kota di Maluku. Dialog lebih awal diprioritaskan pada daerah yang masuk dalam kategori rawan."Kota Tual, menjadi daerah pertama untuk kegiatan dialog kerukunan umat beragama ini. Mengapa demikian? Sebab, menurut Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tual berada pada peringkat pertama tingkat kerawanan jelang Pilwakot dan Pilgub."kata Musaad.

Diakui, dalam dialog itu, seluruh pihak diundang baik tokoh agama, tokoh, masyarakat, tokoh pemuda, tokoh Adat, kalangan birokrat, Legislatif,
TNI maupun Polri untuk duduk bersama menyatukan presepsi dalam rangka menjaga kedamaian dan kerukunan ditahun Polik baik Pilgub maupun Pilpres 2019 nanti."Seluruh pihak akan kita ajak untuk tidak terjebak dalam politik praktis yang pragmatis. Simbol-simbol agama, tempat ibadah dan ritual keagamaan agar tidak dieksploitasi untuk kepentingan politik sesaat. Sebab itu bertentangan dengan ajaran agama."akui Musaad.

Musaad menambahkan, para pemuda juga akan diajak sebagai garda terdepan untuk menangkal penyebaran informasi tidak benar alias hoax."Paling tidak informasih hoax yang mereka terima tidak perlu disebar luaskan. Sebab, penyebaran informasi hoax itu akan ikut mempengaruhi stabilitas keamanan dan kedamaian jelang pelaksanaan Pesta Demokrasi nantiya."demikian Musaad.(PN-10)

 

Berita terkait