iklan-banner-01
iklan-banner-02

Akibat Istimewakan Tenaga Kerja Asing, Elektabilitas Jokowi Terus Menurun

Presiden Joko Widodo.
PAMANAWANews, JAKARTA- Partai Pendukung Pemerintah diprediksi akan beralih dan tak ingin mendukung Joko Widodo, dikarenakan elektabilitas mantan Walikota Solo itu makin turun jelang Pilpres 2019.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono mengatakan perolehan Elektabilitas Jokowi memang sudah 'Down'. Bahkan, terjun bebas saat dikeluarkannya Peraturan Presiden (Perpres) untuk mempermudah Tenaga Kerja Asing (TKA).

"Jadi, saya rasa besar kemungkinannya, partai pendukung akan beralih," tutur Ferry.
 
Berdasarkan hasil survei Median, elektabilitas Jokowi 36 persen. Survei tersebut dilakukan sebelum harga BBM naik, premium hilang di pasaran, kasus Ibu Sukmawati, dan sebelum dikeluarkannya Perpres nomor 20 Tahun 2018 tentang Tenaga Kerja Asing (TKA).
 
Sementara, Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria menyebut Jokowi akan sulit memenangkan Pilpres 2019 dengan elektabilitasnya saat ini.
 
Riza menilai, Jokowi sebagai petahana tidak ada peningkatan secara signifikan pada elektabilitasnya selama tiga tahun menjabat.
 
"Semakin dekat dengan Pemilu, saya rasa berat untuk pak Jokowi untuk menang di Pilpres mendatang," beber Riza.
 
Dengan Elektabilitas yang terus menurun tersebut, Jokowi dinilai tidak akan mampu mendongkrak kembali elektabilitasnya di sisa masa jabatannya. Sebab, program infrastruktur yang dicanangkan Jokowi tak cukup untuk mengangkat elektabilitas orang nomor satu Indonesia itu.
 
"Waktu yang tersisa setahun ini, tidak mudah mengangkat masalah-masalah ekonomi, karena program yang dicanangkan oleh Pak Jokowi itu merupakan program jangka panjang yang punya dampak 10 sampai 12 tahun mendatang," demikian Riza. (PN-01/adp)

Berita terkait