iklan-banner-01
iklan-banner-02

Survei Pilkada Maluku, Petahana “Tumbang”

PamanawaNews, (AMBON) – Nasib paslon petahana Said Assagaf – Andre Rentanubun, dengan akronim SANTUN diprediksi “tumbang” dalam pertarungan di Pilkada Maluku Juni 2018 mendatang. Prediksi ini mengemuka setalah Lembaga Voxpol Center melakukan survei tentang kekuatan tiga paslon kontestan Pilkada Maluku di 11 kabupaten/kota se – Maluku.
Tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku yakni Said Assagaff-Anderias Rentanubun (SANTUN) , pasangan Murad Ismail-Barnabas Ornor (BAILEO) dan pasangan Herman Aderian Koedoeboen-Abdullah Vanath mengangkat nomor urut hasil undian, Selasa (13/2/2018)

Survei yang digelar pada periode 28 Maret – 6 April 2018 itu, secara diam-diam telah disampaikan kepada salah satu paslon kontestan di Pilkada Maluku.

Hasil  survei yang disampaikan pada 12 April 2018 di Ambon  itu, Voxpol Center yang dipimpin Pangi Syarwi Chaniago, menyampaikan beberapa indikator yang menjadi alasan keluarnya prediksi bahwa petahana akan tumbang pada Pilkada Maluku mendatang. 

Antaranya, terdapat  hanya sebanyak 23,8%  masyarakat Maluku yang  menghendaki gubernur sekarang (Said Assagaf)  untuk kembali memimpin pada periode berikutnya. Kemudian,  hanya 44,5% masyarakat Maluku yang puas dengan kinerja Pemerintah Provinsi Maluku saat ini,  dan terdapat 79,8% masyarakat Maluku menganggap Pemerintahan Provinsi Maluku saat ini sangat korup.

Lembaga riset politik  (political  consultant)  Voxpol Center  yang melakukan jasa riset opini publik, jasa konsultan politik dan  capacity building itu, dalam survei tentang Pilkada Maluku juga menyampaikan terdapat sebesar 77, 3 % pemilih di Maluku masuk dalam katagori pemilih rasional, sehingga pengaruh keterwakilan agama dan kedaerahan sangat kecil pengaruhnya dalam Pilkada Maluku Juni 2018 mendatang.

Hasil survei Voxpol Center dilakukan dengan menggunakan metode  Multistage Random Sampling,  jumlah responden sebanyak 800 orang, margin error 3,46% itu memiliki tingkat kepercayaan 95% . Survei dilakukan di 11 kabupaten/kota se-Maluku dengan keterwakilan 50% pemilih pria dan 50% pemilih wanita.

Meski demikian hasil survei tersebut hingga kini belum dirilis secara resmi. Bocoran hasil survey ini hanya disampaikan secara general dengan menonjolkan beberapa indikator di atas, karena telah menjadi konsumsi internal paslon terntentu.

“Kami hanya menjalankan tugas sebagai lembaga riset politik untuk Pilkada Maluku, namun soal hasil yang akan dipublis tentunya kami akan kembalikan kepada pihak yang berwenang, dalam hal ini mitra kerja kami di Maluku,”tandas Pangi Syarwi Chaniago saat dimintai keterangannya di Ambon belum lama ini.

Hasil survei dari Voxpol Center yang menyimpulkan tumbangnya paslon petahana di Pilkada Maluku,  juga  serupa dengan hasil survei sebelumnya yang dilansir     Konsultan Citra Indonesia (KCI) - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network pada 18 September 2017 silam.

Data hasil yang dilakukan  per 27 September- 5 Oktober 2017 itu juga menyebutkan, pesimisme publik terlihat dari tingkat keterwakilan responden yang menyatakan Assagaf masih bisa dikalahkan sebanyak 45%. Sementara 23.1 % mengatakan sulit dikalahkan dan 31 persen menjawab tidak tahu.

“Dari peta posisi petahana, ini cukup riskan” ungkap  Ikram Masloman, Peneliti /Manager Operasional KCI, saat publikasi data survei ‘Meningkatnya Keinginan Gubernur Baru di Maluku’, di Hotel City, Ambon 18 September 2017  silam.

Selain itu, survei tersebut juga mencatat, mayoritas publik Maluku menginginkan adanya gubernur baru, dimana sebanyak 43.8 persen tidak lagi ingin Asagaff memimpin, dan hanya 32.1 persen masih ingin gubernur lama.

Dengan demikian, dari hasil survei dua lembaga  di periode yang berbeda ini telah menunjukan penurunan tingkat kepercayaan terhadap petahana yang cukup besar yakni mencapai 10%, hanya dalam rentang waktu enam bulan jelang Pilkada Maluku yang akan dihelat 27 Juni 2018 mendatang. (PN-18)

 

 

 

 

 

Berita terkait

iklan-banner-02
iklan-banner-02