iklan-banner-01
iklan-banner-02

Sudah 4 Lembaga Survei Prediksi Petahana ‘Tumbang’

Direktur riset Jaringan Survei Nasional (JSN), Dafit Zuhendra saat menggelar jumpa pers di rumah Kopi Dolo. Kota Ambon, Senin (14/05) siang.
PamanawaNews, (AMBON) – Pilkada Maluku yang akan digelar 27 Juni 2018, kembali diprediksikan bakal berakhir dengan tumbangnya pasangan calon (paslon) petahana Said Assagaf – Andreas Rentanubun.

Kanvasnya paslon berakronim SANTUN ini, dipublis Jaringan Survei Nasional (JSN), salah satu lembaga survei yang  baru saja merilis hasil surveinya pada jumpa pers di rumah Kopi Dolo, Kota Ambon, Senin (14/05/2018) siang.  

Sebelumnya, tiga lembaga survei berbeda masing-masing, Lembaga Voxpol Center, Konsultan Citra Indonesia (KCI) dan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) juga menyajikan data survei serupa dan memprediksi petahana akan tumbang di Pilkada Maluku.    

Rilis JSN seperti dipublis di medsos (facebook) oleh tim sukses paslon Gubernur Maluku dan Wakil Gubernur Maluku, Murad Ismail – Barnabas Orno (BAILEO) menyebutkan, survei JSN telah menempatkan paslon BAILEO pada posisi teratas dengan presentase sebesar 24,30%, disusul paslon SANTUN dengan perolehan 22,70% dan diposisi kunci ditempati paslon Herman Adrian Koedoeboen – Abdullah Vanath (HEBAT) dengan presentase 21,60%.      

Tabel hasil rilis JSN itu juga menyebutkan terdapat sebanyak 12,00% responden dengan katagori rahasia, 11,20% responden belum menentukan pilihan dan 8,20% responden menyatakan tidak tahu/tidak menjawab.

Direktur Riset JSN, Dafit Zuhendra dalam rilisnya seperti dikutip  media online MALUKUnews mengemukakan sebanyak 55% masyarakat Maluku menginginkan gubernur baru pada Pilkada Maluku 2018 mendatang.

Survei JSN yang dilakukan pada awal Mei 2018 itu menemukan sebagian besar publik Maluku menghendaki gubernur baru. Survei JSN yang melibatkan 600 responden dengan metode wawancara tatap muka, ditemukan sebanyak 55% publik Maluku ingin ganti gubernur. Sedangkan yang menghendaki gubernur saat ini (Said Assagaff) hanya 20%. Sisanya 16,5% publik Maluku menjawab tidak tahu.

Tingginya angka keinginan publik Maluku ganti gubernur dipengaruhi beberapa alasan, antaranya publik inginkan perubahan di Maluku dengan presentasi 59,6%. Sedangkan tetap memilih gubernur petahana presentasinya 32,19 % dengan alasan puas dengan kinerjanya. “ Mayoritas warga Maluku ingin ganti gubernur,” ungkap Dafit Zuhendra.

Hasil survei JSN menunjukan perbedaan yang cukup signifikan dalam range waktu yang begitu cepat, jika dibandingkan dengan rilis hasil survei dari lembaga Voxpol Center yang dipimpin Pangi Syarwi Chaniago pada 12 April 2018 di Ambon. 

Voxpol Center  juga membeberkan kesimpulan petahana akan tumbang di Pilkada Maluku 2018, namun survei Voxpol Center yang digelar pada periode 28 Maret – 6 April 2018 itu,  bahkan menempatkan paslon HEBAT di posisi teratas dengan peroleh 32,00%, disusul paslon SANTUN 30,60% dan  paslon BAILEO diposisi kunci dengan presentase 22,30%.

Voxpol Center menyimpulkan  hanya terdapat sebanyak 23,8%  masyarakat Maluku yang  menghendaki gubernur Said Assagaf,  untuk kembali memimpin dan 76,2% masyarakat Maluku menyatakan tidak akan memilih petahana dan tidak tahu.

Selain itu,  hanya  44,5% masyarakat Maluku yang puas dengan kinerja Pemerintah Provinsi Maluku,  dan terdapat 79,8% masyarakat Maluku menganggap Pemerintahan Provinsi Maluku saat ini sangat korup. Survei Voxpol Center digelar pada periode 28 Maret – 6 April 2018.

Survei Voxpol Center dilakukan dengan menggunakan metode  multistage random sampling,  jumlah responden sebanyak 800 orang, margin error 3,46% dan memiliki tingkat kepercayaan 95% .

Meski demikian hasil survei tersebut hingga kini belum dirilis secara resmi. Bocoran hasil survey ini hanya disampaikan secara general dengan menonjolkan beberapa indikator di atas, karena telah menjadi konsumsi internal paslon terntentu.

“Kami hanya menjalankan tugas sebagai lembaga riset politik untuk Pilkada Maluku, namun soal hasil yang akan dipublis tentunya kami akan kembalikan kepada pihak yang berwenang, dalam hal ini mitra kerja kami di Maluku,”tandas Pangi Syarwi Chaniago saat dimintai keterangannya di Ambon belum lama ini.

Pada periode 27 September- 5 Oktober 2017, lembaga survei  Konsultan Citra Indonesia (KCI) dan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) juga merilis hasil yang sama dan menyimpulkan petahana terancam tumbang.

Dua lembaga survei ini bahkan menyebutkan pesimisme publik Maluku terlihat dari tingkat keterwakilan responden menyatakan Assagaf masih berpeluang  dikalahkan dengan persentase 45%. Sementara 23.1 % mengatakan sulit dikalahkan dan 31% menjawab tidak tahu.

“Dari peta posisi petahana, ini cukup riskan” beber  Ikram Masloman, Peneliti /Manager Operasional KCI, saat publikasi data survei ‘Meningkatnya Keinginan Gubernur Baru di Maluku’, di Hotel City, Ambon 18 September 2017  silam (PN-18).

 

 

 

 

Berita terkait