iklan-banner-01
iklan-banner-02

Pasangan HEBAT Warning KPU Maluku

Pasangan Independen dalam Pilkada Maluku
PAMANAWANews, AMBON– Pasangan bakal calon (balon) Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Herman Adrian Koedoeboen, SH, MS,i – Abdullah Vanath, S.Sos, MMP (HEBAT), akhirnya menempuh cara elegan dengan memberikan warning (peringatan) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku.

Warning ini dilakukan dengan menyampaikan beberapa poin penting dalam surat permohonan  terkait proses verifikasi administrasi dan faktual yang sebelumnya dinilai telah berakibat negatif terhadap gugurnya ribuan hak konstitusi dukungan warga kepada pasangan HEBAT sebagai pasangan independen di Pilkada Maluku .

“Selain menyerahkan sebanyak 178.653 ribu dukungan KTP di tahap kedua ini, kami juga menyampaikan surat permohonan kepada KPU yang didalamnya tersirat beberapa poin penting yang harus dipertimbangkan oleh KPU Maluku,” demikian disampaikan balon Wagub pasangan HEBAT Abdullah Vanath kepada  PamanawaNews di Ambon, Sabtu (20/1/2017).

Surat permohonan bernomor 018/SP/HEBAT/MALUKU/2018 yang diajukan pasangan HEBAT, itu termuat tiga poin penting antaranya, meminta KPU Maluku melibatkan tim penghubung pasangan HEBAT dalam proses verifikasi administrasi baik sebagai tenaga bantu ataupun sebagai saksi dalam proses tersebut.

Kemudian, pasangan HEBAT juga meminta agar KPU Maluku dapat menyerahkan  nama dari petugas PPS berikut nomor kontak person  yang tersebar di sejumlah desa lengkap dengan surat tugas, sebelum  malakukan proses verfak di lapangan. Permintaan ini dimaksudkan agar proses verfak dapat berlangsung dengan baik dan terciptanya  kordinasi di lapangan antara petugas verfak dan tim penghubungan pasangan HEBAT.  

 “Permohonan ini kami ajukan agar dalam proses verifikasi yang dilakukan KPU dapat tertanggungjawab dengan baik.  Sehingga keputusan KPU dalam menggugurkan dukungan konstitusi itu dapat diketahui secara bersama,”tandas Vanath.

Surat permohonan dengan tembuasan kepada Bawaslu Provinsi Maluku, KPU RI, Bawaslu RI dan DKPP RI, itu juga  mengoreksi mekanisme verifikasi yang dilakukan KPU pada fase sebelumnya. Pasangan HEBAT meminta agar sebelum memasuki  tahapan verfak, KPU Maluku dapat menyerahkan copyan berkas dukungan (salinan) kepada tim pasangan HEBAT sesuai amanat PKPU Pasal 15 tentang dukumen dukungan. Bagian  3 poin c, menyebutkan balon pasangan independen harus mengantongi 1 rangkap salinan arsip dukungan sebelum masuk pada tahapan verfak.

Pada fase awal, dukumen dukungan ini tidak diserahkan kepada pasangan HEBAT, sehingga berdampak negatif kepada pasangan HEBAT dalam mengontrol kelangsungan proses verfak.

“Kita banyak dirugikan dengan mekanisme seperti ini, sehingga pada verfak tahap satu sebanyak 51.409 ribu dukungan kepada pasangan HEBAT, itu digugurkan, karena memang kita sukar mengontrol jalannya verfak,”tegas Vanath.

Secara terpisah anggota tim pasangan HEBAT Serwan Mualo, juga meminta agar pada proses verifikasi administrasi dan verfak tahap dua yang akan dilakukan pihak KPU, pihaknya bisa mendapatkan informasi detail terkait  jumlah yang terkoreksi (TMS), berikut alamat pendukung.

Menurut Serwan, pihaknya tidak akan akan main-main dalam menyikapi tahapan verifikasi yang dilakukan KPU Maluku pada tahap kedua ini. Sebab, jika proses ini tidak dilakukan dengan transparan dan jujur, maka akan berdampak pada hilangnya hak konstitusi warga negera dalam berdemokrasi.

“Ini adalah hak konstitusi rakyat dalam berdemokrasi, anda bisa bayangkan ada ribuan orang yang memberikan dukungan politiknya, tapi kemudian dilebeli kode TMS, karena tidak ditemukan di alamat yang ditujuh, tapi tidak diberikan kesempatan 3 hari seseuai amanat PKU, untuk kami mendatangkan para pendukung tersebut. Ini adalah sebuah manipulasi yang harus kami sampaikan untuk diperhatikan,”tegas Serwan (PN-17)

Berita terkait