iklan-banner-01
iklan-banner-02

3 Paslon Gubernur-Wagub Maluku Janji Wujudkan Pilkada Damai

PAMANAWANews, AMBON - Pemilihan kepala daerah (pilkada) sesuai yang telah ditetapkan KPU RI pada 27 Juni 2018. Pelaksanaannya serentak di 171 daerah se-Indonesia. Masing-masing 17 Provinsi, 39 Kota dan 115 Kabupaten, termasuk Maluku.
Tiga Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku peserta Pilkada 2018, saat deklarasi dan kampanye damai di Gong Perdamaian Dunia Kota Ambon, Provinsi Maluku, Minggu, (18/2/2018). /Pamanawa News

Untuk mencitpakan Pilkada yang berkualitas sesuai kedaulatan pemilu, Minggu (18/2/2019) sore, Komisi Pemilihan Umum Daerah Provinsi Maluku melaksanakan deklarasi dan kampanye damai sekaligus penandatanganan pernyataan kampanye untuk tiga pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku di Gong Perdamaian Dunia Kota Ambon, pukul 16.36 WIT atau pukul 14.36 WIB.

Tiga Paslon Gubernur dan Wagub Maluku masing-masing Nomor Urut 1 Said Assagaff dan Andrias Rentanubun. Nomor Urut 2 Irjen (Pol) Murad Ismail - Barnabas Orno. Dan Pasangan Nomor Urut 3 (Perseorangan) Herman Adrian Koedoeboen dan H. Abdullah Vanath.

Pasangan Nomor Urut 1 dalam hal ini Cagub Said Assagaff tidak hadir dalam deklarasi kampanye damai. Dia mewakilkannya kepada Ketua Tim Pemenanganannya yaitu Richard Louhenapessy (Wali Kota Ambon).

Tiga paslon membacakan pernyataan kampanye damai disaksikan Komisioner KPUD Maluku, Bawaslu Maluku dan Plekasana Tugas Gubernur Maluku, DR. Zeth Sahuburua, beserta tim dan pendukung masing-masing paslon.

Pernyataan kampanye damai yang dibacakan tiga Paslon peserta pilkada 2018 ini, semangatnya menjaga persatuan dan persaudaraan sekaligus janji mereka kepada masyarakat Provinsi Maluku.

Berikut isi 4 poin pernyataan kampanye damai yang dibacakan tiga paslon Gubernur - Wagub Maluku;

1. Siap menjaga keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

2. Siap melaksanakan kampanye pilkada yang damai, demokratis dan mengedukasi dalam rangka mewujudkan kedaulatan pemilu.

3. Siap melaksanakan kampanye pemilihan tahun 2018 tanpa hoax, politisasi SARA dan politik uang.

4. Tunduk dan patuh pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Usai membacakan pernyataan pilkada damai, tiga paslon Gubernur dan Wagub Maluku ini, selanjutnya menandatanganinya.

Ketua KPUD Maluku, Syamsul Rifan Kubangun dalam sambutannya mengemukakan, pemilihan itu langsung umum bebas dan rahasia.

"Beta berdaulat bagian dari wujud kedaulatan rakyat, kebahagiaan dan kesejahteraan," ujar Ketua KPUD Maluku.

Oleh karena itu, penyelenggara mulai KPU Provinis, Kabupaten dan Kota, PPK, PPS hingga KPPS, diharapkan untuk menjunjung tinggi azas-azas pemilu, sehingga bertindak independen profesional, mandiri dan terbuka.

"Kepada peserta pilkada 2018 mari sama-sama membangun demokrasi. Buatlah Pilkada Maluku yang menyenangkan. Jangan pilkada yang mengkhawatirkan. Karena daulat itu esensinya adalah kebahagian," tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Gubernur Maluku, DR. Zeth Sahuburua dalam sambutannya mengatakan, pemerintah daerah akan memberikan dukungan penuh terhadap tiga paslon dalam pelaksanaan demokrasi. Dan pemerintah daerah tetap akan netral dalam menjalankan tugas ini.

"Mari kita jaga suasana yang sudah damai ini. Mari kita jaga martabat kita, kita jaga integritas kita. Karena bagaimana pun kita akan memilih seorang pemimpin. Pemimpin yang besar adalah pemimpin yang mendarmabaktikan seluruh kehidupannya untuk pembangunan masyarakat," tandasnya. 

Karena apa, lanjutnya, pemerintah ada karena masyarakat. 

"Tanpa masyarakat, tidak akan ada pemerintahan. Sebab itu, masyarakat yang berdaulat. Mudah-mudahan rakyat kita tetap dijaga untuk kepentingan masa depan daerah ini (Maluku)," pungkasnya. (PN-13/PN-07)

Berita terkait

iklan-banner-02
iklan-banner-02