iklan-banner-01
iklan-banner-02

Zulkifli Hasan: Nasionalisme Tidak Bedakan Agama dan Suku

Ketua MPR RI Zulkifl Hasan Saat Memberikan Kuliah Umum di STIS Jakarta Timur, Jumat, (23/3/2018).
PAMANAWANews, JAKARTA- Ketua MPR RI Zulkifl Hasan memberikan kuliah umum dengan tema 'Menumbuhkan Jiwa Nasionalisme Generasi Muda Bangsa' di Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), Jakarta Timur, Jumat, (23/3/2018).
Zul mengatakan Jiwa Nasionalisme tidak satu kata berhenti, pengertiannya tentu mengikuti perkembangan zaman.


Ada 6 fase Nasionalisme yakni fase awal Abad 20, fase Kemerdekaan 1945, fase Demokrasi terpimpin, fase Nasionalisme Orde Baru, fase Nasionalisme di era Reformasi dan Nasionalisme 'Zaman Now'.


Jadi, Kata Zul, Nasionalisme itu tumbuh sejak 1905, disitu lahir Empati dimana suatu gerakan yang timbul untuk menjadi sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat.

"Nasionalisme tidak ditanya siapa agama dan suku," Imbuh Zul.


Zul Menjelaskan, Nasionalisme yang tumbuh di Indonesia sejak abad 20 itu tampak upaya dari para nasionalis menyuarakan aspirasi masyarakat pribumi yang telah hidup dalam penindasan dan penyelewengan hak asasi manusia atas kekuasaan kolonial.

Semangat Nasionalisme di Indonesia tersebut, digunakan sebagai ideologi untuk menunjukkan bahwa suatu bangsa memiliki kesamaan budaya, bahasa dan wilayah.

Untuk itu, Politisi PAN itu berharap kepada para Mahasiswa STIS di era nasionalisme 'Zaman Now' mestinya lebih mengedepankan rasa saling menghormati antar sesama umat, serta tidak membedakan suku dan agama.


"Kalian adalah agen perubahan yang musti tahu jatidiri, bangga dengan daerah asal kalian, Jika sudah mengetahui itu semua, maka rasa nasionalisme itu akan tumbuh subur di jiwa sanubari Generasi muda Bangsa Indonesia," tutupnya. (PN-01)


Berita terkait