iklan-banner-01
iklan-banner-02

Raih Status BLU, Unpatti Menuju Kemandirian

Rektor Unpatti Prof. Dr. M.J. Sapteno,SH.M.Hum
PamanawaNews, AMBON - Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon kini berubah status dari Perguruan Tinggi Negeri Satuan Kerja (PTN-Satker) menjadi Perguruan Tinggi Negeri berstatus Badan Layanan Umum (PTN-BLU). Berubahnya status stersebut, sekaligus menandakan Unpatti sebagai satu-satunya PTN di Maluku ini akan menuju kemandirian.

Kemandirian ini terkait dengan kewenangan mengelola aset-asetnya sebagai sumber pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dan dapat digunakan untuk peningkatan pelayanan pendidikan.

“Sejak 29 Maret 2018, Unpatti sudah berubah status dari Perguruan Tinggi Negeri Satuan Kerja menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum. Ini perjuangan yang sudah lama dilakukan, sekitar 10 tahun lalu. Baru sekarang status Unpatti dinaikan menjadi Peguruan Tinggi Badan Layanan Umum,” kata Rektor Unpatti Prof. Dr. M.J. Sapteno,SH.M.Hum saat bersilaturahmi dengan perwakilan pengurus Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Maluku dan Maluku Utara di Kafe Buritan Kompleks Unpatti kawasan Poka Ambon, Minggu (29/7/2018) sore.

Rektor Unpatti menjelaskan, selama ini ketergantungan Unpatti dengan sumber pendanaan dari  Kemenristek Dikti, menjadi sebuah kendala dalam upaya pengembangan lembaga pendidikan ini. Padahal, sumber pendapatan Unpatti dapat diperoleh dengan memaksimalkan berbagai asset yang dimiliki di daerah ini.

“Jadi dengan pelimpahan kewenangan berupa kenaikkan setatus dari Satker ke BLU ini, maka semua asset Unpatti yang antaranya berupa kepemilikan lahan seluas 1000 ha lebih yang ada di daerah ini, akan kami maksimalkan untuk menjadi sumber-sumber pendapatan bagi Unpatti kedepan,” bebernya.

Menurut Rektor, sejalan dengan komitmen dari perubahan status ini, pihaknya telah menargetkan adanya penerimaan dari pengelolaan asset-aset yang dimiliki Unpatti ini dengan target capaian mencapai Rp. 140 miliar. Jumlah target ini akan diperoleh dari sumber-sumber yang kini dimiliki Unpatti, terutama berupa kerjasama dengan pihak ketiga yang melakukan investasi pada lahan-lahan milik Unpatti.

“Perubahan status ini sejalan dengan perkembangan Unpatti yang semakin pesat dari tahun ke tahun.  Itu ditandai makin banyaknya jumlah mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, program studi dan juga penelitian serta pengabdian Unpatti kepada masyarakat,” kata Rektor kelahiran 30 Juli 1960 ini. (PN-18)

 

Berita terkait