iklan-banner-01
iklan-banner-02

Putus Disparitas Timur - Barat, IAIN patut jadi UIN

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, DR. Hasbollah Toisutta, M.Ag
PAMANAWANews, AMBON - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon pada 2017 ini mendapat kucuran dana segar dari pemerintah pusat melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), untuk pembangunan infrastruktur yaitu tiga gedung cukup prestisius.
"Gedung auditorium, student center dan satu gedung kuliah dengan kapasitas 22 ruang kelas. Oleh pemerintah dipercayakan untuk pengembangan kampus ini kedepan," ujar Rektor IAIN Ambon, Dr. Hasbollah Toisutta, M.Ag, saat berdiskusi lepas dengan pamanawanews.com di Ambon, Provinsi Maluku, Sabtu, (14/10/2017).

Disebutkannya, untuk pembangunan tiga gedung dimaksud, SBSN menyuplai anggaran kurang lebih Rp.45,5 miliar.

"Saya bersyukur tentu menjadi capaian kita di Maluku khususnya IAIN Ambon dengan berdirinya tiga gedung yang dibangun di areal kampus Kebun Cengkeh Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon," jelasnya.

Sementara ini, ia bersama pihaknya menggarap dan menjajaki pengadaan lahan-lahan baru untuk pembangunan kampus berjuluk hijau itu kedepan.

Karena rencana satu atau dua tahun ini, jika lahan-lahan dimaksud sudah diperoleh IAIN, maka akan diusulkan bantuan ke Islamic Development Bank untuk pembangunan kampus yang dipimpinnya itu.

"Semua pembangunan infrastruktur yang ada saat ini dalam kerangka pengembangan IAIN guna beralih status menjadi universitas," terangnya.

Tujuannya, sambung alumni doktoral Universitas Gajah Mada Yogyakarta ini, bahwa rencana jangka panjangnya, segera bertransformasi menuju Universitas Islam Negeri (UIN) Ambon.

IAIN Ambon juga sudah mengusulkan penambahan tiga program studi baru  yaitu, program studi hukum keluarga pasca sarjana, manajemen dan bisnis islam serta perbankan islam. 

"Sekitar dua bulan lalu tim visitor dari Jakarta sudah datang ke kampus untuk memvisitasikan tiga program baru tersebut," paparnya.

Toisutta mengemukakan, semua proses yang dilakukan bersama pihaknya, adalah sebagai bentuk kesiapan terkait dengan peralihan status IAIN menuju UIN Ambon. Bahkan, semua usulan sudah dilakukan finalisasi dan dipresentasikan di pusat oleh panitia, beberapa catatan koreksi untuk perbaikan juga sedang difinishing.

"Insha Allah kalau sudah selesai maka kita akan mengajukan ke Kementerian agar diproses lanjut. Tapi, kita dengar dari Dirjen bahwa saat ini untuk pengusulan alih satus ke UIN, masih ada moratorium atau penundaan. Tapi, bagi kami, itu bukan masalah. Yang penting kami usulkan, nanti pihak Jakarta dalam hal ini Kementerian Agama RI yang melakukan kebijakan-kebihakan," timpalnya.

Menyangkut transformasi perjuangan agar IAIN berdalih ke UIN Ambon, menurut Rektor, bahwa isu-isu yang kerap disuarakan di Jakarta adalah soal disparitas atau kesenjangan antara timur dan barat.

Misalnya, di Sumatera sudah banyak yaitu sekitar 6 sampai 7 UIN diantaranya  UIN Ar-Raniry Banda Aceh  hingga Lampung. Di Jawa juga seperti itu, ada UIN Banten, Jawa Barat, Jakarta, Semarang, Surabaya, Malang, Yogyakarta dan lain-lain sudah banyak UIN. Di Kalimantan juga ada UIN Banjarmasin, di tengah ada UIN Alauddin dan Mataram juga ada UIN.

Nah timur khususnya Maluku, imbuh Toisutta, belum ada UIN. 

"Karena itu saya pikir, kita harus bersatu. Memang kita sudah didukung oleh Pemda Provinsi Maluku untuk bagaimana mendorong percepatan peralihan IAIN ke UIN. Saya kira, tidak perlu menunggu kran moratorium dibuka.. Prinsipnya, kita tetap siap untuk mendorong perjuangan ini. Nanti Jakarta seperti apa memproses ini kita serahkan sepenuhnya ke mereka," tandasnya.

Rektor IAIN Ambon yang pernah berjasa yaitu masuk tim Malino untuk perdamaian Maluku tahun 1999 lalu, menghibau kepada seluruh elemen kampus mulai perangkat kepegawaian, dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan dan sebagainya harus bersatu, punya semangat bersama agar perjuangan ini bisa berhasil guna mengangkat harkat dan martabat masyarakat Maluku, supaya bisa tercerahkan dan tercerdaskan dengan pendidikan yang bisa menjamin kualitas sumber daya manusia di Maluku.

Ditambahkannya, dukungan dari elemen masyarakat Maluku bahkan rekomendasi yang disampaikan untuk peralihan status IAIN menjadi UIN Ambon, sudah dikantongi ia bersama pihaknya.

"Usulan proposal kami ke pusat sudah didukung pula mulai Pemda, DPRD, perguruan tinggi juga ormas-ormas seperti NU, Muhammadiyah, gereja-gereja dan UKIM, semuanya sudah memberi dukungan dan rekomendasi kepada kami agar IAIN beralih status menjadi UIN Ambon," ungkapnya. (PN-13)

Berita terkait

Berita Populer