iklan-banner-01
iklan-banner-02

Ketum PPP Janji Alih Status IAIN Ambon ke Universitas

Ketum PPP, M. Romahurmuziy sambangi IAIN Ambon, sekaligus memberikan Kuliah Tamu kepada Civitas Akademika IAIN Ambon
PAMANAWANews, AMBON- Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M. Romahurmuziy, berjanji akan memperjuangkan alih status Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Ambon.
Janji Romahurmuziy yang juga Anggota DPR-RI ini disampaikan kepada wartawan usai menghadiri Kuliah Tamu bersama Civitas Akademika IAIN Ambon, di Aula Lt III Gedung Rektorat IAIN Ambon, Selasa, (17/10/2017).

Romi (sapaan pendek) menjelaskan, perubahan atau kebijakan apapun yang diputuskan oleh pemerintah pusat, tentu mengandung resiko dalam konteks anggaran. Termasuk kebijakan untuk mengalihkan status IAIN menjadi universitas, atau sebaliknya untuk STAIN/STAKPN menjadi institut.

Menyadari perubahan status IAIN Ambon yang sedikit terlambat lantaran adanya kebijakan Pempus untuk memberlakukan moratorium, Romi menegaskan, kebijakan moratorium yang diambil oleh Pempus, khususnya untuk kelompok pendidikan tinggi, tak lain untuk membatasi sementara laju pengusulan alih status menjadi universitas, yang pada aspek lain, universitas di negara ini semakin subur.

Suburnya lembaga pendidikan tinggi yang dikelola dengan anggaran pemerintah, harus mempertimbangkan kondisi keuangan negara. Sebab itulah, moratorium menjadi salah satu alternatif untuk menghambat proses ini sementara. 

Sementara dalam konteks usulan alih status IAIN Ambon menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) dipandang dari segi pengembangan sumber daya manusia, sekaligus menjadi corong pengembangan pendidikan di kawasan Timur Indonesia, maka hal ini dapat dipertimbangkan. 

"Urgensi perubahan IAIN Ambon ke universitas itu, untuk peningkatan kualitas, dalam bentuk apapun. Jadi, kalau ada ikhtiar untuk peningkatan kualitas, maka kami dari DPR-RI akan memberikan dukungan untuk itu," janji Romi. 

Romi menyadari, dalam perubahan suatu institusi perguruan tinggi, termasuk peningkatan status dari IAIN menjadi UIN, tentu akan mengubah seluruhnya. Selain pembangunan fisik, penambahan gedung-gedung baru dan penambahan program studi, juga tentu akan ada penambahan anggaran dalam aspek pembiayaan. Untuk itu, persoalan ini akan dibijaki secara bersama-sama dengan rekan-rekannya yang ada di DPR-RI, sehingga alih status IAIN Ambon menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) dapat segera direalisasikan oleh Pempus. 

"Tapi kita usahakan dengan maksimal, agar pemberlakukan moratorium dapat dimudahkan untuk IAIN Ambon, karena, IAIN Ambon menjadi salah satu ujung tombak pendidikan di Indonesia Timur, sehingga perubahan untuk IAIN Ambon menjadi Universitas Islam Negeri harus dipercepat," ujar Romi.

Sebelumnya, Rektor IAIN Ambon, DR. Hasbollah Toisuta, dalam sambutannya menegaskan, keinginan alih status menjadi universitas tersebut telah disampaikan secara resmi kepada Pempus dalam hal ini Kementerian Agama RI di Jakarta. Dari hasil itu, pihak IAIN Ambon telah dipanggil untuk mempresentasikan proposal yang diajukan. Sayangnya, dalam perjalan menuju alih status yang disampaikan lewat proposal tersebut, kemudian tertunda lantaran adanya kebijakan moratorium yang ikut dirasakan oleh IAIN Ambon.

Hasbollah berharap agar kiranya kehadiran Romi ke IAIN Ambon ini, dapat mendorong percepatan alih status IAIN Ambon menjadi universitas. Penting, mengingat di Indonesia Timur, seperti Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat, IAIN Ambon termasuk PTKIN yang sangat unggul baik dari segi sarana dan prasarana, hingga dari aspek tenaga kependidikan. Olehnya itu, IAIN Ambon menjadi refresentatif perguruan tinggi keagamaan negeri di kawasan Indonesia Timur, dengan visinya, "Profesional dalam pengintegrasian keislaman, keilmuan, kebudayaan, dan teknologi dalam bingkai multikultural," sebut Rektor. 

Bahkan, guna mendukung alih status menjadi universitas tersebut, IAIN Ambon kini sedang membuka lahan baru untuk pembangunan seluas 75 Ha di kawasan Negeri Liang. Selain itu, pembangunan sarana dan prasarana fisik yang kini sedang dilakukan di IAIN Ambon. Dari tenaga kependidikan, IAIN Ambon saat ini telah memiliki dosen hampir mendekati 50 orang yang sudah bergelar doktor. Sisa dosennya, saat ini tengah melanjutkan studi pendidikan doktoral di sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia. (PN-08)

Berita terkait

Berita Populer