iklan-banner-01
iklan-banner-02

Kemenag Minta Warga Jaga Kerukunan

PAMANAWANews,AMBON-Kementerian Agama (Kemenag) RI, melalui Kemenag Provinsi Maluku, meminta seluruh komponen untuk tetap berpegang teguh menjaga hubungan kerukunan umat beragama yang terjalin selama ini. Permintaan ini menyusul belakangan terjadi aksi kekerasan terhadap sejumlah tokoh agama dan fasilitas rumah ibadah yang dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Maluku, Fesal Musaad.

Meredam isu intoleransi itu, Kemenag Maluku mengeluarkan edaran bernomor 315/KW.25/HK.007/02/2018  berisi 6 poin penting tentang sikap Kemenag menyikapi persitiwa negatif yang bertujuan  memecah belah persatuan dengan megajak masyarakat menjaga kerukunan umat beragama.

Himbaun ini selain disampaikan lewat mass media, juga disebarkan kepada para pengelolah rumah ibadah di Ambon, tokoh dan lembaga keagamaan di Provinsi Maluku, Pengurus Forum Komunikasi Kerkunan Umat Beragama (FKUB) Tingkat Provinsi, dan kota/kabupaten serta OKP dan Organisasi Masyarakat yang ada di daerah ini. Selain disampaikan ke masyarakat tembusan surat edaran menjaga kerukunan umat beragama  ini juga disampaikan ke Gubernur Maluku, Ketua DPRD Provinsi Maluku, Pangdam XVI Pattimura, Kapolda Maluku, Danlantamal IX, dan Danlanud Pattimura di Ambon.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Maluku, Fesal Musaad kepada PamanawaNews.com,Selasa, (13/2/18) mengatakan, himbauan ini dikeluarkan, menyusul sejumlah peristiwa tindakan kekerasan terhadap  para pemuka agama yang terjadi selama awal tahun 2018 ini, dimulai dari penganiayaan terhadap ulama Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah Cicalengka Kabupaten Bandung Jawa Barat, KH. Umar Basyri dipukul orang tak dikenal secara membabi buta hingga korban di larikan ke rumah sakit, pada taggal 27 Januari, dilanjutkan pada tanggal 1 Februari penganiayaan terhadap ulama Komandan Brigade Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PERSIS), H.R. Prawoto mengakibatkan korban meninggal dunia. Kemudian Persekusi / pengusiran Biksu Mulyanto Nurhalim dan pengikutnya dari Desa Caringin Legok Tangerang Banten, 7 Februari dan pada tangga; 11 Februari kemarin terjadi Penganiayaan terhadap Romo Karl Edmund Prier dan jemaat di Gereja Santa Lidwina Bedog Yogyakarta mengakibatkan 6
orang terluka.

Peristiwa tindak kekerasan terhadap para pemuka agama adalah perilaku yang tak bisa dibenarkan sama sekali atas dasar alasan apapun juga, Atas peristiwa tersebut, kami menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang, menahan diri, tidak terprovokasi dan tidak melakukan tindakan balasan main hakim sendiri, Kemudian Peristiwa kekerasan terhadap pemeluk agama sedang dalam pengusutan aparat penegak hukum hingga terungkap motif dibalik semua peristiwa tersebut, Kemenag mengajak semua pihak terutama tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda dan semua umat beragama untuk menjaga keamanan rumah ibadah beserta pemuka agama masing-masing termasuk lembaga pendidikan yang berbasis keagamaan dan, sebagai umat beragama, mari kita tingkatkan kewaspadaan dalam mengamankan rumah ibadah dan juga terhadap keamanan para pemuka agama khususnya dan umat beragama pada umumnya pada saat kegiatan keagamaan sedang berlangsung.

Musaad meminta agar para tokoh agama untuk mensosialisasikan implementasi eman rumusan etika kerukunan yang merupakan hasil musyawarah besar pemuka agama untuk kerukunan bangsa yang menyebutkan  setiap pemeluk agama memandang pemeluk agama lain sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan dan saudara sebangsa, setiap pemeluk agama memperlakukan pemeluk agama lain dengan niat dan sikap baik, empati, penuh kasih sayang, dan sikap saling menghormati, setiap pemeluk agama bersama pemeluk agama lain mengembangkan dialog dan kerjasama kemanusiaan untuk kemajuan bangsa,kemudian setiap pemeluk agama tidak memandang agama orang lain dari sudut pandangnya sendiri, dan tidak mencampuri urusan internal agama lain, setiap pemeluk agama menerima dan menghormati persamaan dan perbedaan masing-masing agama dan tidak mencampuri wilayah doktrin/aqidah/keyakinan dan praktik peribadatan agama lain, dan Setiap pemeluk agama berkomitmen bahwa kerukunan antar umat beragama tidak menghalangi penyiaran agama, dan penyiaran agama tidak mengganggu kerukunan antar umat beragama.Demikian edaran ini disampaikan untuk menjadi perhatian dan dipedomani bersama.

Menurut Musaad, pembangunan kerukunan umat beragama di provinsi Maluku ini harus dijadikan sebagai icon dan contoh kerukunan umat beragama bagi Indonesia. Keharmonisan yang lahir pasca konflik horizontal telah menyiata perhatian dunia, untuk datang ke provinsi berjuluk negeri seribu pulau ini untuk mempelajari resep kerukunan. Ketahanan dan Budaya masyarakat di Maluku menjadi kekuatan dalam mendorong lahirnya keharmonisan antara para pemeluk agama yang berbeda keyakinan."Kami berharap apa yang terjadi diluar Maluku tidak perlu disikapi. Saya juga yakin kita sebagai masyarakat Maluku telah memiliki ketahanan dan kepekaan yang kuat untuk menangkal berbagai aksi yang berbau intoleransi yang dapat merusak kerukunan umat beragama di daerah ini."harap Musaad.(PN-11)

Berita terkait

iklan-banner-02
iklan-banner-02