iklan-banner-01
iklan-banner-02

Kabid Pakis Kemenag Maluku Lepas Kontingen Pentas PAI Tingkat Nasional

PENYERAHAN BENDERA KONTINGEN
Kepala Bidang Pendidikan Keagamaan Islam (Kabid Pakis) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Farida Laisow, mewakili Kakanwil Kemenag Maluku,resmi melepas kontingen Pentas Pekan Keterampilan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas-PAI) Nasional VIII 2017 yang akan berlangsung di Bumi Serambi Mekkah,Kota Banda Aceh.Proses Pelepasan berlangsung di Aula Kantor Kemenag Maluku,Jumat,6 Oktober.
Dalam arahannya Farida mengatakan, Pentas PAI merupakan even nasional yang berlangsung disetiap dua tahun dan  hingga tahun 2017 ini tercatat sudah delapan kali Pentas PAI bergulir di Indonesia.  Even ini merupakan wahana peningkatan kualitas Pendidikan sekaligus membuka ruang dan kesempatan bagi seluruh siswa -siswi muslim  di sekolah umum guna ambil bagian dalam  Pentas PAI. “ Seluruh mata lomba yang dipentaskan berhubungan dengan keseniaan dan Pendidikan Islam, namun para pesertanya berasal dari sekolah umum, inilah kelebihan dari even Pentas PAI."kata Laisow.

Menurutnya, Kakanwil Kemenag Maluku, Fesal Musaad S.Pd, M.Pd sangat berharap agar para peserta yang mewakili Provinsi Maluku bisa mengukir prestasi. Seluruh peserta harus menunjukan penampilan terbaiknya sehingga mendapat penilaian yang baik. Beberapa tahun lalu dalam even serupa delegasi Maluku mampu mencatat nilai positif dengan berhasil meraih medali dalam Pentas PAI.” Harapan  kami agar para peserta yang mewakili daerah ini akan mempu secara maksimal bersaing dengan peserta dari daerah- daerah lain di Indonesia,” katanya.

Pemahaman terhadap pengamalan nilai nilai ajaran agama menjadi modal utama saat diuji dalam berbagai kategori lomba. Ilmu yang diperoleh dalam proses Pendidikan harus dipertajam sehingga saat dihadapkan dengan para penguji seluruh kontingan Maluku siap menampilan yang terbaik.

Selain itu kata Laisow, seluruh peserta diminta menjaga sikap dan menunjukan kepribadian yang baik.  Bila terdapat penilaian yang subjektif maka harus dilakukan protes tapi secara elegan disampaikan. Para siswi juga dituntut untuk menjaga cara berbusana karena Banda Aceh merupakan satu satunya Provinsi di Indonesia yang menerapkan sariat Islam.  “ Dan yang terpenting adalah menjaga kesehatan untuk seluruh kesehatan dan tenaga pendamping, saya kira ini menjadi paling penting sebab saat sakit maka semua usaha kita akan tergangu termasuk upaya untuk mengukir prestasi di even in,” tuturnya.

 Proses penyelenggaran even yang berlangsung dibawa sorotan tema "Merawat keragaman, memantapkan keberagamaan," akan berlangsung selama 5 hari sejak 9-14 Oktober 2017.Dijadwalkan Pentas PAI VIII akan dibuka oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin.
 Peserta Kontingen tingkat Nasional ini mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan (SMA/SMK). Adapun cabang lomba yang
diperlombakan MTQ, pidato PAI, musabbaqah hifzul Qur"an, cerdas cermat, kaligrafi Islam, seni nasyid, debat PAI, dan kreasi busana.(CH)

Berita terkait