iklan-banner-01
iklan-banner-02

H.Yamin: Jadi Kasektor di Mekkah Bukan Tugas Mudah

PAMANAWANews, AMBON-Kepala Bidang, Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku, H.Yamin, S.Ag, mengatakan, menjadi Pimpinan Sektor (KA-Sektor) di Mekkah dengan membawahi 17.569 dari total 221 ribu jemaah haji asal Indonesia bukanlah tugas yang mudah. Namun, mengingat tugas itu merupakan tugas mulia maka dapat dilakasanakan dengan baik dan lancar. Hal ini disampaikan Yamin, kepada PamanawaNews.com diruang kerjanya, Kamis,(12/10/17).
Kabis Penyelenggara Haji dan Umroh, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku.H.Yamin.S.Ag
Kata Yamin, untuk melaksanakan tugas tersebut, kesiapan fisik dan mental menjadi bekal utama. Selain itu memiliki kemampuan merencanakan dan
melaksanakan."Tugas utama dari Kasektor adalah menerima kedatangan jemaah haji hingga pemulangannya ke tanah air."ujar Yamin.
Selain menerima jemaah haji, tugas lain adalah menempatkan jemaah haji pada hotel -hotel yang sudah disiapkan kemudian persiapan pelaksanaan ibadah dan koordinasi terkait dengan pelaksanaan pra dan pasca." ada 17.569 jumlah jemaah yang saya koordinir. Mereka kita tempatkan pada 13 hotel. Seluruhnya berada pada maktab Syisah kota Mekkah."ungkap Yamin.
Pada Sektor 5 kata Yamin, dibagi dalam beberapa bagian, yakni bagian pelayanan ibadah, perlindungan Jemaah haji, perumahan, kesehatan masing-masing dikawal langsung 64 petugas."Jadi selain pelaksanaan ibadah, kita juga tangani jemaah haji yang meninggal.Tugas ini kita koordinasikan bersama para maktab. Mereka para maktab adalah orang asli Indonesia yang sudah lahir disana dan mereka itu punya organisasi .Mereka membantu melaksanakan tugas  terhadap jemaah yang meninggal mulai dari proses pemakaman hingga mengurus jemaah yang sakit."kata Yamin.
Dijelaskan, 17.569  jemaah haji yang dipimpinya pada Sektor 5 tersebut terbagi dalam 43 kloter dari seluruh Indonesia dengan memiliki petugas keloter masing-masing. Sehingga pimpinan sektor hanya mengkoordinir petugas  kloter agar mereka dapat membantu dalam pelaksanaan tugas. Disamping, para Kasektor terlibat langsung jika ada persoalan yang perlu diantisipasi terkait dengan persoalan ibadah haji baik itu penanganan jemaah haji yang tersesat, jamaah sakit maupun beberapa persoalan
lainnya."pungkas Yamin.
Menurut Yamin,  menjadi pimpinan sektor adalah sebuah tugas berat, tetapi bermakna ibadah sehingga tugas mulia ini dapat dilaksanakan dengan baik."Tentu disetiap pelaksanaan satu tugas  pasti  ada suka ada duka. Kalau kita melihat sepintas banyak yang ingin melaksanakan tugas ini karena yang pertama bisa dekat dengan Baitullah. Disamping itu, bisa mengetahui seluk beluk daerah  di Mekkah. Sebab, sebelum jemaah datang dia sudah datang lebih awal kemudian jemaah sudah pulang dia belum pulang .Bukan hanya itu, juga mengetahui karakteristik jemaah yang berasal dari daerah  lain dan sesungguhnya tidak pernah kita tahu, disamping itu,  juga bisa bersilahturahmi dengan tamu Allah yang berasal dari negara lain. Walaupun hanya saling sapa. Ini perasaan sukanya" Tutur Yamin.
Sementara dukanya lanjut Yamin, ketika melihat jemaah haji banyak yang jatuh sakit, terus dengan beban penderitaan yang dialami kemudian meninggal dunia, melihat jamaah menghadapi sakratulmaut  dalam kondisi kondisi berihram. Bahkan ada orang yang merasa angkuh kemudian di coba oleh Allah SWT."Ada salah satu jemaah, dengan angkuh merasa kuat pergi ke bukit Jabal Nur.Dia menganggap bukit itu enteng baginya. Dengan keangkuhan itulah Allah SWT, mengujinya, dia tidak bisa berjalan sama sekali.  nah itu menunjukkan bahwa ketika kita berada di Baitullah tidak boleh ada sifat sombong angkuh dan lainnya. Ini mengandung makna bahwa tidak ada seorang pun yang bisa kecuali Allah SWT yang mampu memberikan apapun kepada kita sesuai yang kita
inginkan."ungkap Yamin mengakhiri pengalamanya sembari menambahkan dari 17.569 jemaah haji dibawa sektor 5, sebanyak 50 jemaah haji meninggal dunia saat melaksanakan ibadah haji.
(PN-12)
  

Berita terkait

iklan-banner-02
iklan-banner-02