iklan-banner-01
iklan-banner-02

Delapan Kabupaten/Kota di Maluku Masuk Kategori Endemis Penyakit Kaki Gaja

Ilustrasi penyakit Kaki Gaja
PAMANAWANews,AMBON-Dari 11 kabupaten/kota di Maluku,delapan kabupaten masuk dalam zona endemis penyakit kaki gaja. Sementara untuk tiga kabupaten lain yakni MTB, Aru dan Kabupaten Buru Selatan, belum ditemukan kasus kronis penyakit kaki gaja (Filariasis). Hal ini disampaikan, dr.Ardiyati Arif, kepada PamanawaNews.Com, usai sosialisasi deteksi dini Kanker Serviks dan Payudara di aula Kemenag Maluku, Jumat, (13/10/17).
Dikatakan, masuknya delapan kabupaten/kota sebagai wilayah endemis Filariasis itu lantaran sudah ditemukan kasus kronisnya."Jika pada satu wilayah ditemukan kasusnya yang sudah kronis maka wilayah itu masuk sebagai wilayah endemis. "Ujarnya.
Sementara, khusus Kota Ambon hampir seluruh kecamatan masuk pada wilayah endemis."Di Ambon kasus seperti ini sudah kami temukan beberapa tahun misalnya, di Kelurahan Hunipopu dan Kelurahan Waihaong."aku dia.
Dijelaskan, sumber penularan penyakit kaki gaja (Filariasis) berasal dari nyamuk jenis apapun. Nyamuk bisa saja menularkan virus itu selama 24 jam.Untuk mencegah dan mengobati penyakit kaki gaja ini masyarakat baik penderita maupun masyarakat umum lainnya juga sudah diberikan pencegahan dan pengobatan dengan meminum obat
Filariasis."Jadi masyarakat pada wilayah endemis harus minum obat filariasis setahun sekali selama lima tahun."kata dia.
Untuk mengantisipasi terjadinya penularan Filariasis itu maka disamping mengkonsumsi obat Filarial, kebersihan lingkungan juga harus dijaga."Menjaga kebersihan lingkungan adalah langkah pencegahan
tepat."tutup dr.Ardiyati Arif. 
(PN-10).

Berita terkait