iklan-banner-01
iklan-banner-02

Bamsoet: Ratusan Dosen Asing Ancam Ketahanan Nasional

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo.
PAMANAWANews, JAKARTA- Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendesak Komisi X DPR untuk mendorong Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melakukan pemetaan terhadap kebutuhan akan Dosen Asing di setiap perguruan tinggi di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Bamsoet menanggapi wacana Kemenristekdikti untuk mendatangkan sekitar 200 Dosen dari luar negeri, yang dipermudah dengan adanya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing.

Menurut Bamsoet, sebelum mendatangkan 200 Dosen Asing untuk mengajar di Tanah Air, mestinya Kemenristekdikti dalam hal ini benahi terlebih dahulu permasalahan-permasalahan Dosen yang masih ada, seperti fasilitas, sistem penggajian, model ketenagakerjaan dosen, serta ketimpangan Sumber Daya Manusia (SDM) perguruan tinggi di perkotaan dan daerah-daerah di Indonesia.
 
"Mengingat dengan banyaknya dosen asing masuk untuk mengajar dapat di Tanah Air, akan berdampak pada ketahanan Nasional," ujar Bamsoet di Senayan, Jakarta, Jumat, (13/4/2018).
 
Oleh karena itu, Bamsoet meminta Kemenristekdikti mengadakan rapat bersama dengan Forum Rektor Indonesia (FRI) dan Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) guna untuk mengkaji kembali kebijakan tersebut dan memikirkan landasan yang matang, agar wacana kebijakan itu tidak menimbulkan permasalahan baru bagi Pendidikan dan Riset di Indonesia.
 
Selain itu, lanjut Dia, Komisi X DPR juga mendorong Kemenristekdikti mencari upaya-upaya untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas dosen dalam negeri agar fokus sebagai ilmuwan dalam kampus, dengan memberi dukungan dan pelatihan dosen secara berkala.
 
"Sehingga perguruan tinggi di Indonesia dapat fokus dalam pengembangan riset di internal kampus serta menghasilkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan zaman," demikian Bamsoet. (PN-01/adp)

Berita terkait