iklan-banner-01
iklan-banner-02

Ambon Jadi Kota Uji Draft Dakwah Islamiyah Wasathiyah

Workshop uji draft pedoman dakwah Islamiyah Wasathiyah yang berlangsung di Hotel Amaris
PAMANAWANews,AMBON - Kota Ambon merupakan salah satu kota dari tiga kota di Indonesia yang dipilih sebagai lokasi pelaksanaan uji draft pedoman Dakwah Islamiyah Wasathiyah (Moderat).

Hal ini diungkapkan, pensiunan peneliti senior Puslitbang Kemenag RI,Dr.Abdul Azis, kepada PamanawaNews.com, Senin, (9/10/2017).

Menurut dia, alasan dipilihnya Kota Ambon,lantaran merupakan daerah yang dinamis dan punya pengalaman cukup menonjol kaitannya dengan konflik. Dengan pengalaman itulah, diharapkan masyarakat kota Ambon dapat memberikan kontribusi positif untuk perbaikan penyusunan draft pedoman dakwah Islamiyah, Wasathiyah.

"Memang kita sengaja masukkan Kota Ambon sebagai kota tujuan pelaksanaan uji draft ini. Ambon memiliki dinamika yang cukup tinggi, baik dinamika antara agama dan dinamika intern Umat Islam, sehingga  dapat membantu perbaikan-perbaikan penyusunan draft,” ujar Abdul Azis usai workshop uji draft pedoman dakwah Islamiyah Wasathiyah yang berlangsung di Hotel Amaris.

Tujuan utama workshop ini, lanjutnya, adalah untuk menguji apakah buku pedoman yang disiapkan sudah dapat digunakan para Da'i atau pelaku dakwah. "Kita anggap penting penyusunan buku pedoman ini karena sebetulnya ada harapan para Da'i mengingat kembali lebih banyak warisan dan tradisi bahwa Islam berkembang di Indonesia secara damai. Nah,ini warisan yang tidak boleh disia-siakan,harus diingatkan kepada semua pihak."jelasnya.

Diakuinya,workshop yang digelar sangat produktif.Sebab, banyak masukan-masukkan penting yang disampaikan para Da'i di daerah ini. Misalnya, diingatkan bahwa daerah-daerah punya kearifan lokal.Tentu ini dapat dikombinasikan dengan dakwah Wasathiyah. Beberapa aspek dari kearifan lokal yang disampaikan itu, menjadi catatan penting. Bukan hanya itu, ada masukan bahwa konsep dakwah Wasathiyah, selain nilai-nilai juga bisa secara praktis digunakan.

Berbagai masukan dari peserta tentang bagaimana konsep ini bisa diterapkan kelak, karena yang datang ini para Da'i dan Dai-nya juga bagus –bagus, sehingga kami sangat terbantu dalam proses penyusunan draft. Jadi saya sampaikan ini merupakan pekerjaan rumah panitia Litbang Kemenag RI untuk memperbaiki draft dengan lebih baik lagi agar itu bisa digunakan para Dai dalam berdakwah."akui Abdul Azis.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag ) Kota Ambon, Rusydi Latuconsina memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan itu sekaligus mengucapkan terimakasih atas dipilihnya Kota Ambon, sebagai salah satu kota dari tiga kota di Indonesia untuk memberikan masukan-masukkan terhadap penyempurnaan draft pedoman dakwah Wasathiyah.

Latuconsina berharap,masukan-masukan yang disampaikan tersebut bisa melengkapi atau menambah draft sehingga pada akhirnya perubahan itu dapat mengakomodir pikiran-pikiran yang disampaikan para Da'i dari Kota Ambon.

Workshop yang berlangsung selama dua hari mulai dari tanggal 4-5 Oktober di Hotel Amaris, merupakan program dari Pusat Litbang (Puslitbang) Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Balitbang dan Diklat Kementerian Agama RI kerja sama dengan Kemenag Kota Ambon.

Kegiatan itu melibatkan 32 peserta, berasal dari berbagai unsur."Peserta sebanyak 32 orang terdiri dari berbagai unsur ada dari penyuluh agama, dewan Masjid Indonesia, pengurus Masjid, MUI,NU dan Muhammadiyah."Kunci ketua panitia pusat,Dr.Wahid Sugiyanto. (PN-10)

Berita terkait