iklan-banner-01
iklan-banner-02

Era Jokowi, Paham Separatis Tumbuh Subur di Daerah

Thomas Matulessy (tengah) dalam diskusi Indonesia pasca Jokowi: 'Keadilan pembangunan Maluku dan Papua, Apa Solusinya' di Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Rabu, (6/2/2019).
PAMANAWANews, JAKARTA---Pakar Sosiologi Politik Thomas Matulessy menuturkan bahwa berdasarkan data yang diperoleh Central Intelligence Agency (CIA), menyebut penduduk Indonesia akan mencapai sekitar 400 juta pada tahun 2050 mendatang.

Badan Pusat Statistik (BPS) merinci pada tahun 2017, persebaran penduduk di Indonesia sebanyak 149 juta jiwa ada di pulau Jawa, artinya 50%, lebih dari separuh orang indonesia berada di pulau Jawa.

"Kenapa separuh penduduk Indonesia ada di pulau jawa, ini merupakan satu bentuk kesatuan sentralisasi, sistem politik sudah sentralisasi, artinya kue-kue pembangunan diprioritaskan di Jawa," kata Thomas dalam diskusi Indonesia pasca Jokowi: 'Keadilan pembangunan Maluku dan Papua, Apa Solusinya' di Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Rabu, (6/2/2019).
 
Thomas lantas mengibaratkan pembangunan era Pemerintahan Jokowi-JK yang diprioritaskan di pulau Jawa itu seperti pepatah 'ada gula, ada semut'. Kalau ada gula fokus ke pusat, maka semut pun akan lari ke pusat yakni pulau Jawa.
 
Jika demikian begitu, dia berpendapat bahwa paham radikalisme akan berkembang di pusat, sementara paham separatis tumbuh subur di daerah.
 
"Seharusnya gula (pembangunan-red) itu disebar merata ke daerah, sehingga semut pun bisa ke daerah," katanya.
 
Untuk itu, jika pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandi memimpin Indonesia periode 2019-2024, Thomas berharap pembangunan harus merata ke wilayah Indonesia Timur.
 
"Sehingga bisa menekan angka kemiskinan di Papua dan Maluku," pungkas Thomas Matulessy. (PN-01/adp)

Berita terkait