iklan-banner-01
iklan-banner-02

Bawaslu: Pose Dua Jari Anies Tak Langgar UU Pemilu

Pose dua jari Gubernur Anies Baswedan di acara Konfernas Partai Gerindra di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat. Istimewa
PAMANAWANews,JAKARTA--Setelah rapat marathon bersama Sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) yang terdiri atas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Kepolisian RI, dan Kejaksaan, akhirnya Bawaslu Kabupaten Bogor memutuskan bahwa pose dua jari Gubernur DKI Anies Baswedan bukan merupakan pelanggaran Pemilu.

Bawaslu mengaku, aksi Anies di acara Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada 17 Desember 2018 itu tidak melanggar UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

"Dengan demikian, maka kasus yang sempat menyedot perhatian publik tersebut dihentikan," ujar Ketua Bawaslu Kabupaten Bogor, Irvan Firmansyah dalam jumpa pers, Jumat (11/1/2019).
 
Menurut Irvan, kehadiran Anies dalam acara Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada 17 Desember 2018 lalu itu sudah memperoleh izin dari Kemendagri.
 
"Sudah dapat izin dari Mendagri," kata Irvan.
 
Diketahui, sebelumnya Gubernur DKI Anies Baswedan dilaporkan oleh R Adi Prakosa dari Barisan Advokat Indonesia pada tanggal 19 Desember 2018.
 
Anies dipersoalkan lantaran mengacungkan salam dua jari, simbol dari pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada acara konferensi nasional Partai Gerindra di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada 17 Desember 2018.
 
Dalam laporannya, Adi Prakosa menyebut perbuatan Anies tersebut diduga sebagai tindakan pejabat yang menguntungkan salah satu peserta pemilu dalam masa kampanye sebagaimana dimaksud dalam Pasal 547 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.
 
Namun, Bawaslu telah memutuskan bahwa aksi Anies Baswedan itu sebagai simbol kemenangan klub sepakbola Persija Jakarta (The Jakmania).
 
"Jadi, pose dua jari Pak Anies bukan termasuk pelanggaran," pungkas Irvan Firmansyah. (PN-01/adp)

Berita terkait