iklan-banner-01
iklan-banner-02

Banyak Kecurangan Pilpres, Margarito: Pemilu Jurdil Hanya Semboyan Belaka

Margarito Kamis (tengah) dalam diskusi di wilayah Tebet Jakarta Selatan, Senin, (24/4/2019).
PAMANAWANews, JAKARTA--Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis, mengaku pesta demokrasi pemilihan umum (pemilu) legislatif dan presiden 2019 agak susah untuk memenuhi asas Jujur dan Adil (jurdil).

Sebab, menurut Margarito, banyak kecurangan terjadi hampir sebagian TPS seluruh Indonesia. Bahkan kecurangan itu dipertontonkan secara jelas kepada publik.

"Serius, asas jurdil sulit dipenuhi, karena data kecurangan yang banyak diungkapkan rakyat itu cukup beralasan," tutur Margarito dalam diskusi yang digelar di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin, (24/4/2019).
 
Pria kelahiran Ternate Maluku Utara ini menuturkan, harusnya demokrasi yang dibangga-banggakan rakyat selama ini berjalan sesuai cita-cita bangsa.
 
Namun, dengan diperlihatkannya kecurangan tersebut membuat sistem pemilu secara jujur dan adil (Jurdil) hanya semboyan belaka.
 
"Padahal yang ditulis dalam UUD 1945 itu jujur dan adil," imbuh Margarito.
 
Jadi, beber Margarito, jika negara lain ingin belajar menyelenggarakan pemilu dengan penuh kecurangan seperti yang terjadi di Indonesia, disarankan datang langsung menanyakan hal tersebut.
 
Mesti begitu, Margarito meminta kepada seluruh rakyat Indonesia agar berdoa, sehingga pemilu 2019 berjalan secara jujur dan adil, tanpa kecurangan.
 
"Berdoa aja, biar hasil pilpres 2019 berjalan dengan Jurdil," pungkas Margarito Kamis. (PN-02/adt)

Berita terkait