iklan-banner-01
iklan-banner-02

Tour de Ambon Manise Kenalkan Pariwisata dan Bhakti Sosial

Dok. Humas Polda Maluku
PAMANAWAnews, AMBON- Tour de Ambon Manise (TDAM) yang digelar Kepolisian Daerah (Polda) Maluku selama tiga hari, selain memperkenalkan keindahan pariwisata Maluku, juga melaksanakan kegiatan bhakti sosial di sejumlah daerah yang akan dilintasi oleh 431 peserta bersepeda santai.

Pembagian alat olahraga dan kitab suci umat islam dan kristen kepada masyarakat desa yang dilalui peserta, akan mewarnai kemeriahan pelaksanaan TDAM dalam aksi sosial di Pulau Ambon dan Pulau Seram.

Direktur Lalu Lintas Polda Maluku Kombes Pol. Heru. TS, dalam konfrensi pers mengaku, TDAM merupakan kegiatan touring yang diikuti ratusan peserta dengan beragam profesi, seperti TNI, Polri, Pengacara, PNS dan lain sebagainya. Peserta yang terdaftar hingga saat ini berasal dari Lokal, Nasional, bahkan Internasional. Peserta berasal dari Negara Asing, diantaranya Swiss, Amerika dan Prancis. 

Pelaksanaan TDAM sendiri, bertujuan untuk mengeksplore atau memperkenalkan tempat-tempat pariwisata yang ada di Provinsi Maluku. Disisi lain, penyelenggaraan TDAM dihelat untuk menciptakan situasi yang sejuk (cooling sistem) dalam menghadapi Pemilihan Umum (pemilu) tahun 2019 mendatang.

“Kegiatan berlangsung selama tiga hari. Sejak tanggal 17, 18 dan 19 November 2018,” ungkap Heru kepada wartawan di Rupatama Polda Maluku, Kamis (15/11).

Didampingi Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Muhamad Roem Ohoirat, Heru mengurai jadwal dan agenda TDAM selama tiga hari. Di Hari pertama, peserta bersepeda santai ini akan mengitari Pulau Ambon. Pulau Ambon sendiri terbagi menjadi dua wilayah di Provinsi Maluku, yakni Kota Ambon, dan Kabupaten Maluku Tengah (Malteng). 

Hari pertama peserta akan memulai bersepeda dari tempat star yang berada di Natsepa Hotel, Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Malteng. Peserta akan mengitari Kota Ambon hingga ke Bandara Internasional Pattimura, Desa Laha, Kecamatan Teluk Ambon. 

Bandar Udara Pattimura, merupakan daerah perbatasan dengan Kabupaten Malteng. Dimana peserta akan melalui kawasan tersebut menuju tempat wisata Batu Layar, Negeri Larike Kecamatan Leihitu Barat, Malteng. Setelah rehat sejenak menikmati salah satu tempat wisata ternama di Pulau Ambon, peserta melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Negeri Ureng, Kecamatan Leihitu, Malteng. 

“Jarak yang ditempuh dari lokasi star sampai di pelabuhan Ureng kurang lebih 87 Km. Peserta kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan beberapa kapal yang telah disediakan. Kapal-kapal itu akan membawa peserta bersama sepedanya menuju Pulau Seram, atau tepatnya di Pelabuhan Ina Marina, Masohi, Malteng,” jelasnya. 

Berlayar dari Negeri Ureng menggunakan kapal, peserta diperkirakan tiba di Pelabuhan Ina Marina, sore hari. Mereka akan kembali mengayun sepeda mengitari Masohi, Ibukota Malteng. Di hari pertama atau tanggal 17 November, itu peserta akan finis di Markas Polsek Waipia. 

“Jarak yang ditempuh di hari pertama sekitar 126 Km. Dan Peserta akan istirahat di sejumlah tenda yang disiapkan di Mapolsek Waipia. Di tempat Finsih itu, peserta akan disambut dan dihibur dengan tarian khas asal asal Maluku,” kata Heru.

Goes to TDAM kembali berlanjut esok hari, 18 November. Sejak pagi, peserta melanjutkan perjalanan menuju tempat wisata Pantai Ora, Desa Saleman, Malteng. Dari tempat star hari kedua, jarak yang ditempuh hanya berkisar 57 Km. Meski terbilang dekat, namun medan yang dilintasi agak rumit, karena melalui pegunungan. Peserta diharapkan dapat menyiapkan mental dan fisik agar bisa sampai tujuan dengan selamat. 

“Saat menuju tempat wisata Pantai Ora, terdapat beberapa lokasi pistop yakni di KM 12, 28, dan 36 yang berada di simpang Desa Saleman. Setiap pistop tersedia petugas bagian konsumsi, kesehatan, teknisi dan sebagainya,” terangnya.

Hari kedua, peserta diperkirakan tiba di pantai Ora, sore hari. Di sana, peserta akan melihat dan menikmati keindahan pantai tersebut hingga pagi, esok harinya, atau tanggal 19 November. Setelah menikmati pesona Pantai Ora, peserta akan kembali bersepeda sekitar pukul 11.00 WIT, untuk melanjutkan perjalanan menuju Desa Rumah Kay, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). 

Heru mengatakan, waktu yang ditempuh dari Pantai Ora, Malteng, menuju Desa Rumah Kay, SBB, diperkirakan mencapai 3 sampai 4 jam, atau tiba sekitar pukul 15.00 WIT. Di Rumah Kay terdapat beberapa pistop yang disediakan. 

“Di sana juga akan dilakukan kegiatan Bhakti Sosial, yakni pemberian alat alat olahraga, alquran, dan alkitab buat desa desa yang dilalui sepanjang perjalanan,” ungkapnya.

Setelah rehat di Rumah Kay, perjalanan TDAM kembali dilanjutkan menuju Pelabuhan Penyeberangan Ferry, Desa Waipirit, SBB. Jarak yang ditempuh diperkirakan sejauh 33 Km. Peserta akan naik Kapal Fery, untuk diseberangkan kembali menuju Pulau Ambon, tepatnya di Dermaga Pelabuhan Hunimua, Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Malteng. 

“Tiba di Liang sekitar pukul 19.00 WIT. Dan peserta kemudian melanjutkan perjalanan menuju tempat star pada hari pertama yakni Natsepa Hotel yang merupakan lokasi finis dalam kegiatan TDAM,” sebutnya. 

Sebelum sampai di garis akhir, tambah Heru, peserta akan melalui medan tanjakan dan turunan di malam hari. Olehnya itu, kata Heru, peserta sudah diminta untuk menyediakan lampu sepeda baik terpasang di depan maupun di belakang. 

“Di Natsepa Hotel, acara kemudian dilanjutkan dengan pengalungan medali dan ucapan terima kasih kepada peserta, yang telah mengikuti TDAM selama 3 hari. Ucapan terima kasih juga karena peserta telah menikmati keindahan selama satu hari di Pulau Ambon dan dua hari di Pulau Seram,” tandasnya. (PN9)

Berita terkait