iklan-banner-01
iklan-banner-02

Nelayan Tradisional Galala Sepakat Jaga Kelestarian Biota Laut

Pose bersama Nelayan di Galala, Kecamatan Sirimau Kota Ambon, sebagai komitmen mendukung kelestarian biota laut di Provinsi Maluku, Kamis 22 November.
PAMANAWANews, AMBON-Keberlangsungan ekosistem biota di laut harus menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah, komponen masyarakat, terutama nelayan itu sendiri. Hal inilah yang mendasari nelayan tradisonal di Galala, Kota Ambon, Maluku, untuk ikut berperan aktif dalam menjaga kelestarian biota laut.

Untuk menjaga ekosistem biota laut itu, para nelayan tradisional di daerah ini mengungkapkan komitmen mereka dalam membantu pemerintah menjaga kelestarian alam laut termasuk mendukung komitmen Pemerintah Provinsi Maluku untuk menjadikan provinsi seribu pulau ini sebagai lumbung ikan nasional.

Penangungjawab kapal nelayan tradisional di Galala, Abdullah Rumra dalam kesempatan itu menegaskan bahwa kapal-kapal nelayannya menolak mengunakan bahan berbahaya dalam menangkap ikan."Kami nelayan di Galala  sepakat menolak mengunakan bahan peledak, bahan kimia dan  jaring trowl serta mendukung Maluku sebagai lumbung ikan nasional," kata Abdullah Rumra, Kamis 22 November.

Rumra menegaskan, selama ini kapal-kapal penangkap yang berada di bawah tanggungjawabnya tidak pernah menggunakan bahan-bahan yang dilarang oleh
pemerintah lewat peraturan dan perundang-undangan untuk menangkap ikan."Hasil tangkapan kita selalu yang berkualitas karena kami menggunakan metode pancing. Itu dilakukan dari dulu hingga saat ini," ungkapnya.

Pada pernyataan komitmen bersama ini, para nelayan pun berkesempatan berpose bersama, dengan memegang spanduk yang bertuliskan, 'Kami Nelayan Kota Ambon Menolak Penggunaan Bahan Kimia, Jaring Centrang Maupun Pukat, Serta Mendukung Kelestarian Biota Laut Di Provinsi Maluku.(PN-10)

Berita terkait