iklan-banner-01
iklan-banner-02

Mereka Kagumi Keindahan Perjalanan "Tour de Ambon Manise"

Kapolda Maluku menyambut ratusan pesepeda TDAM di atas Kapal Fery Penyeberangan Waipirit Pulau Seram menuju Liang Pulau Ambon.
PAMANAWAnews, AMBON- Kegiatan "Tour de Ambon Manise" (TDAM) yang digelar Polda Maluku, dan bekerjasama dengan Kodam XVI/Pattimura maupun Pemerintah Daerah Provinsi Maluku, akhirnya berakir, Senin (19/11/2018), pukul 21.00 WIT.

Kegiatan olahraga bersepeda santai itu diikuti 431 orang peserta, baik lokal, nasional maupun warga negara asing seperti Amerika Serikat, Denmark, Swiss, dan Norwegia.

TDAM dibuka dan dilepas secara resmi oleh Gubernur Maluku, Said Assagaff yang berlangsung di Natsepa Hotel, Kawasan Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), 17 November 2018.

Kapolda Maluku Irjen Pol. Drs Royke Lumowa, M.M, Kasdam XVI/Pattimura Brigjen TNI Asep Setia Gunawan, Wakapolda Maluku Brigjen Pol Akhmad Wiyagus dan mantan Wakapolda Maluku Brigjen Pol Daniel Pasaribu, termasuk sebagai peserta hingga memasuki garis finis. 

Selain tiga perwira tinggi TNI/Polri, ada juga Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, menjadi peserta TDAM 2018. Ia didampingi oleh istrinya. Hanya saja, rute yang diikuti hanya pada etape pertama yakni mengelilingi Kota Ambon sampai Negeri Ureng Kecamatan Leihitu Kabupaten Malteng.

Orang nomor 1 di Pemda Provinsi Jateng itu harus kembali, karena disaat bersamaan sedang dilaksanakannya tournamen Borobudur. Namun Ganjar Pranowo mengaku mengagumi keindahan alam Kota Ambon. Impiannya untuk menyantap makanan ikan bakar, yang merupakan kuliner khas Maluku pada umumnya, ini juga bisa terbayarkan. "Luar biasa. Mulai dari kemarin sambutan dari panitia dahsyat. Kulinernya hebat. Dari Semarang, bahkan sampai Jakarta saya sudah mimpi makan ikan bakar. Dan di sini dapat semuanya itu. Dan sambalnya enak banget," kata Ganjar di pitstop awal pada etape pertama, Sabtu, lalu.

Kota Ambon, kata Ganjar sangat menarik. Kota ini tidak jauh berbeda dengan Semarang, Provinsi Jateng. Sebab, terdapat Jalan menanjak dan turunan. Tapi Dia juga mengagumi keindahan Teluk Ambon yang di atasnya terbentang Jembatan Merah Putih, icon Kota Ambon saat ini. "Ketika sampai di Jembatan Merah Putih, saya sudah duga semua orang pasti akan berhenti. Mereka berputar, berkeliling melihat pemandangan indah. Ambon sungguh indah," sebutnya.

Melihat pesona alam Kota Ambon, membuat Ganjar langsung merasakan bahwa Indonesia Bagian Timur itu asik dan manis. "Betapa saya merasakan Indonesia di Timur. Dari seluruh Indonesia hadir bersepeda, berkumpul di Ambon terasa Indonesia itu asik, Indonesia itu manis, seperti Ambon Manise," tandasnya.

Kegiatan TDAM sendiri terdiri dari tiga etape. Pertama mengelilingi Pulau Ambon yang dimulai dari Natsepa Hotel menuju Kota Ambon sampai di Negeri Ureng, Kabupaten Malteng. Jarak yang ditempuh sejauh kurang lebih 87 Km.

Wilayah yang dilalui di Kota Ambon, yakni Patung Christina Martha Tiahahu, Talake, Ongko Liong, depan rumah dinas Kapolda Maluku, Jembatan Merah Putih (JMP), Tugu Pendidikan hingga ke Bandara Pattimura. Dilanjutkan menuju kawasan Kabupaten Malteng, yakni Gunung Cinta, Negeri Hattu, Alang, Batu Layar Asilulu hingga ke Negeri Ureng, tepatnya di pelabuhan perikanan.

Dari Natsepa Hotel sampai ke Ureng, terdapat 4 pitstop, atau tempat berhenti dan beristirahat sejenak. Setiap pitstopnya tersedia makanan dan minuman ringan, penambah energi.

Di Ureng, juga dilakukan kegiatan bhakti sosial dengan pembagian tali asih kepada seluruh desa yang dilalui peserta. Selanjutnya ratusan sepeda dan pengayuhnya di angkut menggunakan 4 unit Kapal Cepat Santika dan Siwalima, kendaraan laut Gubernur Maluku, menuju Pelabuhan Ina Marina, Masohi, ibukota Malteng.

Ratusan peserta diberangkatkan pukul 15.00 WIT dan tiba di Masohi pukul 17.00 WIT. Rombongan disambut langsung Bupati Malteng Tuasikal Abua dengan tarian cakalele. 

Setelah penyambutan, ratusan peserta kembali bersepeda menyusuri gelapnya lintasan terakhir pada garis finis etape pertama, yang berada di Markas Polsek Waipia, Kecamatan Waipia. Jarak yang ditempuh peserta dalam etape pertama sejauh 126 Km. “Saya menyampaikan terima kasih kepada para peserta yang mau mengikuti kegiatan Tour de Ambon Manise. Semoga kalian bisa menikmati dan merasakan keindahan alam di Maluku. Tetap semangat dan hati-hati dalam perjalanan,” pinta Gubernur saat melepas 431 peserta TDAM, Sabtu, lalu.

Di etape ke dua, Bupati Malteng Tuasikal Abua, melepas ratusan pesepeda TDAM yang akan melanjutkan perjalanan menuju Pantai Ora, Negeri Saleman, Kecamatan Seram Utara Barat, Malteng. Lintasan tersebut banyak terdapat tanjakan, turunan dan tikungan tajam. Lintasan ini juga memiliki 4 pitstop yang ditempuh sejauh 57 Km.

“Kami sangat memberikan apresiasi terhadap kegiatan TDAM. Karena ini satu penghargaan, dan berkah kepada kami masyarakat Maluku Tengah. Karena dengan kegiatan ini, Maluku Tengah bisa terkenal. Kami harapkan kegiatan ini dapat dilakukan setiap tahun,” kata Bupati Malteng saat akan melepas ratusan peserta, Minggu (18/11/2018).

Pesepeda nasional Jhon Budiarjo asal Surabaya, Jawa Timur, mengaku terpana saat melintasi jalan di etape ke dua tersebut. “Rutenya seperti di “surga”. Ada roling, ada tanjakan curam, turunannya juga enak. Jadi menurut saya ini luar biasa,” kata Jhon saat finis pertama di pitstop 28 Km Waipia-Saleman.

Kekagumannya terhadap rute yang menantang, namun kaya akan keindahan alam itu, diharapkan dapat kembali dilakukan di waktu-waktu mendatang. “Harus sering-sering diadakan seperti ini,” pintanya.

Penyelenggaraan TDAM, kata dia sangat perfect dan disport dengan luar biasa. Dimana terdapat penyediaan kapal, ada tenaga dari polisi dan tentara serta marshal yang siap membantu peserta jika terjadi masalah dalam setiap perjalanan. “Bagi saya ini “one in the best ivent,” tandasnya.

Ratusan peserta TDAM tiba di Saleman pukul 15.30 WIT. Sesaat akan memasuki garis finis dalam etape ke dua, hujan deras dan angin lebat harus dihadapi peserta. Tapi raut wajah mereka tetap ceria, setelah disambut atusan masyarakat dan siswa siswi yang berjejer di sisi kiri dan kanan badan jalan. Meski diguyur hujan, namun mereka tetap memberikan selamat dan tepukan tangan kepada peserta TDAM. Warga dan peserta juga terlihat bergoyang ria bersama sambil diingiringi lagu Meti Key.

Bripda Riska, Anggota Polwan dari Korlantas Mabes Polri, mengaku dirinya sering mengikuti kegiatan serupa di beberapa tempat di Indonesia. Namun, bagi dia, Tour bersepeda yang paling berkesan dan dianggap luar biasa adalah TDAM.

“Kegiatan ini merupakan tour yang sangat luar biasa. Rintangannya bagus dan pemandangan alamnya begitu indah,” katanya. 

Riska juga mengakui bahwa pemandangan alam yang disaksikannya secara langsung, baru pernah dia temukan. “Alam yang saya lihat ini tidak berada di daerah lain di Indonesia,” terangnya.

Dia berharap, kedepan kegiatan TDAM dapat kembali digelar. “Kalau kegiatan dibuat lagi, saya pasti akan ikut. Luar biasa Maluku,” salutnya.

Di etape ke tiga, ratusan peserta kembali melanjutkan perjalanan menuju Desa Rumah Kay, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Kali ini mereka tidak bersepeda. Sebab, rute tersebut sudah pernah dilalui. Mereka baru akan bersepeda dari Rumah Kay, usai pembagian tali asih.

Etape ke tiga kali ini merupakan special stage. Dimana, peserta diberikan kesempatan untuk balapan yang terbagi atas dua kelompok lelaki dan wanita. Special stage dilakukan untuk memberikan variasi dalam menghilangkan kejenuhan. Di fase ini, atau dari Rumah Kay menuju Pelabuhan Waipirit, ditempuh dengan jarak 30 Km. Ratusan peserta dilepas oleh Bupati SBB, M. Yasin Payapo. 

“Kegiatan ini juga sebagai ajang silaturahmi di Bumi Saka Mese Nusa. Pemda SBB sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kami menyampaikan terimakasih banyak. Terutama buat Kapolda dan rombongan serta utusan dari masing masing tim ini,” katanya.

Payapo berharap, kedepan kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan. “Semoga Tuhan memberi hidayah kepada kita semua. Dan kami berharap kedepan masih ada kegiatan seperti ini,” tandasnya.

Di pelabuhan Waipirit, para peserta kemudian diseberangkan menggunakan Kapal Fery menuju Pelabuhan Hunimua, Desa Liang Kecamatan Salahutu, Kabupaten Malteng dan tiba hari ini pukul 19.00 WIT. 

Di etape terakhir menuju garis finis kegiatan TDAM, ratusan pesepeda akan kembali dihadapkan dengan jalan tanjakan, turunan dan tikungan, hingga tiba di Natsepa Hotel, sebagai tempat akhir dari rangkaian kegiatan yang berlangsung selama 3 hari.

Menariknya, selama berlangsungnya TDAM 2018, setiap daerah yang dilewati terdapat puluhan, hingga ratusan siswa SD, SMP, SMA dan masyarakat telah menanti, sambil membentuk barisan pagar hidup. Bahkan, mereka harus berdiri dan menunggu datangnya peserta hingga malam hari menggunakan seragam sekolah.

“Kita sudah putar-putar di Ambon, sampai di sini (Saleman). Sekarang kita akan ke Rumah Kay. Tapi kita louding (tidak naik sepeda) karena jalan yang akan kita lewati sudah kita lewati pakai sepeda. Kita baru naik sepeda dari Rumah Kay menuju Waipirit,” ungkap Kepala Polda Maluku Irjen Pol. Drs. Royke Lumowa, M.M, di Saleman, Minggu (19/11/2018).

Mantan Kakor Lantas Polri ini mengaku, pelaksanaan TDAM merupakan salah satu upaya untuk membangkitkan semangat pariwisata Maluku, serta menggelorakan olahraga, khususnya bersepeda. “Kegiatan ini juga sebagai penyeimbang politik yang semakin memanas, kita pakai cooling sistem, agar ada keseimbangan, ada mesin-mesin pendingin biar Pemilu 2019 berjalan aman dan lancar,” harapnya.

Terkait permintaan peserta, masyarakat, dan sejumlah pimpinan daerah yang menginginkan agar kedepan kegiatan bersepeda ini dapat kembali dilakukan, Kapolda mengaku akan melihat situasi dan kondisi.

“Memang animo masyarakat sangat tinggi. Bisa kita akomodir, lihat situasi. Mungkin nanti rutenya yang berbeda. Kegiatan saat ini memang kita selingi dengan bhakti sosial seperti pemberian tali asih kepada setiap wilayah yang dilalui. Pembagian dilaksanakan di beberapa tempat seperti di Ureng, Waipia, Saleman, dan Rumah Kay,” ujarnya.

Jenderal Bintang Dua ini menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua peserta TDAM 2018, termasuk Kodam XVI/Pattimura, Pemrov Maluku, Pemkot Ambon, Pemkab Malteng dan SBB, maupun para sponsor (BRI, BNI, Pertamina, Jasa Raharja, Aqua, The Natsepa Hotel, Kapal Cepat Cantika dan lain sebagainya) yang telah membantu mensukseskan kegiatan tersebut.

Royke juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat di Pulau Ambon dan Pulau Seram yang sudah ikut memberikan penyambutan di sepanjang route perjalanan dengan hangat dan penuh suka cita.

“Kepada segenap panitia yang sudah bekerja keras disampaikan beribu terima kasih, semoga ini menjadi pengalaman berharga kita dalam memberikan pelayanan yang tulus kepada siapapun,” tandasnya.

Pada pelaksanaan TDAM 2018, ini juga diselenggarakan lomba foto di antara peserta. Foto yang dinilai terbaik akan keluar sebagai pemenang. (PN9)

Berita terkait