iklan-banner-01
iklan-banner-02

Anang Hermansyah Ingatkan Soal Utang di Sektor Pariwisata

Anggota Komisi X DPR RI, Anang Hermansyah.
PAMANAWANews, JAKARTA- Bank Dunia telah menyetujui utang ke pemerintah RI untuk pengembangan sektor pariwisata sebesar US$ 300 juta atau sekitar Rp4 triliun guna untuk meningkatkan prasarana dan layanan dasar hubungan ekonomi lokal dan menarik investasi swasta di Indonesia.

Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah mengingatkan agar pemerintah hati-hati dalam penggunaan dana utang untuk pembiayaan proyek infrastruktur di sektor pariwisata.

"Karena ini menyangkut utang yang terus meningkat dan menjadi isu sensitif di tengah rupiah sedang terpuruk," kata Anang di Gedung Nusantara I, Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (4/6/2018).
 
Menurut Anang, Semestinya pemerintah dapat menahan diri untuk tidak menambah utang khususnya terkait peningkatan pariwisata, mengingat Isu utang saat ini cukup sensitif di mata publik.
 
Dia menjelaskan, pemerintahan Jokowi memiliki komitmen yang kuat terhadap sektor pariwisata di Indonesia. Kunjungan wisatawan dalam beberapa tahun terakhir juga mengalami tren peningkatan seperti tahun 2017 sebesar 13,7 juta wisatawan.
 
"Meski kalau kita bandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia, capaian RI masih rendah. Seperti tahun 2014 saja kunjungan wisatawan ke Malaysia sebanyak 27,4 juta, Singapura 15,1 juta dan Thailand sebesar 24,7 juta," bebernya.
 
Untuk itu, Dirinya mengingatkan agar Badan Otorita Pariwisata yang dibentuk di sejumlah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) agar lebih bekerja efektif dan bekerja cepat.
 
"Badan Otoritas Pariwisata yang didukung APBN harus menunjukkan kinerja yang lebih progresif," pungkasnya. (PN-01/adp)

Berita terkait