iklan-banner-01
iklan-banner-02

Setelah Romy dan Muhaimin jadi sasaran tembak Mahfud MD, bagaimana dengan Ma'ruf Amin?

Mahfud MD.
Mahfud MD nominasi cawapres Jokowi. Posisinya paling atas. Berada di urutan nomor satu. Sudah 90 persen kata Romahurmuziy. Tinggal 10 persen lagi.

Segala rencana deklarasi dan daftar ke KPU sudah disiapkan. Mulai dari setor CV, kirim setelan baju ke istana, sampai skenario boncengan sepeda motor ke KPU bersama Jokowi.

Tak mulus bagi Mahfud, karena banyak kompetitor. Kompetitor paling agresif justru datang dari koleganya sendiri di PBNU dan PKB. Ada Muhaimin Iskandar yang sudah lama branding cawapres. Ada Said Aqil Siradj, ketua PBNU dua periode yang selama ini konsisten back up Jokowi.
 
Ada Ma'ruf Amin, Rais Am PBNU dan ketua MUI yang mondar-mandir diundang ke istana. Ada juga Romahurmuziy, ketua umum PPP yang setiap ucapannya berisi pembelaan dan pujian terhadap Jokowi.
 
Untuk mengalahkan Mahfud, para kompetitor sepertinya kompak. "Seolah" telah terjadi kesepakatan di antara mereka; ABM (Asal Bukan Mahfud). Mereka bermanuver.
 
Untuk mengalahkan Mahfud, para kompetitor sepertinya kompak. "Seolah" telah terjadi kesepakatan di antara mereka; ABM (Asal Bukan Mahfud). Mereka bermanuver. Manuver pertama ditujukan ke Jokowi. Tak ambil kader NU, NU tidur dan akan tinggalkan pemerintah.
 
Bahasa medianya kata Mahfud, NU tak bertanggung jawab secara moral terhadap pemerintahan jika tak mengambil kader NU sebagai cawapres. Intinya tak akan mendukung Jokowi di Pilpres 2019.
 
Manuver kedua diarahkan kepada Mahfud. Bahwa Mahfud bukan kader NU.
 
Ending dari drama ini, mereka sukses mengandaskan Mahfud. Dan Mahfud gagal jadi cawapres Jokowi di Pilpres 2019. Tidak hanya gagal, Mahfud juga tidak dianggap kader NU dan dituduh bahwa munculnya nama Mahfud sebagai cawapres Jokowi hanya persepsi publik. Ini yang membuat Mahfud tersinggung.
 
Sudah jatuh, ketimpa tangga pula. Itulah kira-kira yang dialami Mahfud. Mahfud terima? Kepada Jokowi, Mahfud bilang tak kecewa. Tapi, curhat Mahfud di ILC cukup mengancam kredibilitas dan elektabilitas Ma'ruf Amin.
 
Otomatis juga merugikan pasangannya yaitu Jokowi. Dan Mahfud dengan tegas menolak masuk timses Jokowi. Apakah ini linier dengan statement ketidakkecewaan Mahfud? Tentu tidak. Publik pasti paham soal ini.
 
Pepatah Arab bilang: lisaanul haal afshahu min lisaanil maqaal. "sikap lebih terpercaya dari pada ucapan". Sikap Mahfud menolak jadi timses Jokowi itu jadi pesan paling penting.
 
Tapi Mahfud tegas bahwa ia tersinggung kapada Romy yang bilang "Pak Mahfud kan maunya sendiri. Bikin baju sendiri. Siapa yang nyuruh? Itu kerja timsesnya".
 
"Jangan main-main sama saya. Setya Novanto aja masuk," Mahfud mengancam.
 
Tidak hanya Romy, Mahfud juga sempat menyinggung soal kardus durian. Publik tahu, Mahfud sedang menyasar Muhaimin. Sebab, kardus durian dipahami publik terkait dengan nama Muhaimin.
 
Mahfud juga cerita bahwa ada ungkapkan Kiai Said Aqil Siradj kalau dari semua daftar bakal cawapres Jokowi dari kader NU itu hanya Mahfud dan Kiai Said Aqil Siradj yang tidak korupsi. Yang lain korupsi? Bagaimana dengan Ma'ruf Amin? Apakah termasuk dalam daftar korupsi yang diungkapkan Kiai Said Aqil Siradj?
 
Mahfud bilang bahwa ia tahu kasus orang-orang itu: data, catatan, dan kapan kejadiannya. Apakah ini juga bagian dari ancaman Mahfud?
 
Mahfud bilang bahwa ia tahu kasus orang-orang itu: data, catatan, dan kapan kejadiannya. Apakah ini juga bagian dari ancaman Mahfud?
 
Apa yang diungkapkan Mahfud tidak main-main. Beberapa hari setelah curhat Mahfud di ILC, Romy dipanggil KPK. Untuk sementara sebagai saksi. Apakah akan naik jadi tersangka?
 
Jika Romy jadi tersangka, berarti ancaman Mahfud sangat serius dan benar adanya. Kabarnya Mahfud digandeng KPK untuk tuntaskan kasus. Kasus apa? Bisa kasus usulan Dana Perimbangan Daerah dalam anggaran APBN-P 2018 yang dugaannya menyeret nama Romy. Bisa juga kasus kardus durian yang selalu dikaitkan dengan Muhaimin. Bisa juga menyasar Ma'ruf Amin jika apa yang diungkapkan Kiai Said Aqil Siradj itu benar adanya.
 
Digandeng KPK bukan berarti Mahfud jadi anggota KPK. Boleh jadi sebagai informan dan ahli yang membantu KPK. Sebelumnya Prof Romli mendesak KPK untuk menindaklanjuti informasi awal dari Mahfud di ILC (14/8/2018).
 
Jika Romy tersangka, maka tidak hanya petaka buat Romy secara personal, tapi juga akan jadi prahara buat PPP. Tidak hanya elektabilitas PPP di pileg 2019 yang akan goncang, tapi PPP kubu Romy bisa runtuh. Kemungkinan akan ada proses akuisisi di PPP. Mengingat PPP ada dua kubu. Kubu Romy dan Djan Faridz. Jika proses akuisisi terjadi, belum tentu PPP akan dukung dan bekerja untuk Jokowi-Ma'ruf.
 
Situasi inilah yang ditunggu-tunggu kubu PPP non-Romy. Romy tersangka, peluangnya besar untuk diadakan munaslub. Agendanya: bukan hanya mengganti Romy, tapi mengakuisisi PPP kubu Romy. Ahmad Wafi, putra Kiyai Maemoen Zubair kabarnya sedang digadang-gadang dan dipersiapkan untuk jadi calon kuat pengganti Romy.
 
Selain Romy, Muhaimin bisa jadi objek peluru nyasar Mahfud. Kardus durian bisa dibuka. Kalau ini terjadi, maka Romy dan Muhaimin akan benar-benar jadi korban pertama dan kedua Mahfud MD.
 
Jika 2014 Mahfud dipersepsikan publik telah jadi tumbal PKB, dan 2019 gagal jadi cawapres Jokowi karena diduga dijegal Muhaimin cs, maka status tersangkanya Muhaimin, kalau itu benar-benar terjadi, akan jadi balasan telak Mahfud kepada Muhaimin.
 
Setelah Romy dan Muhaimin jadi sasaran tembak Mahfud, bagaimana dengan Ma'ruf Amin? Kena sasaran juga? Kita tunggu manuver dan peluru hukum Mahfud selanjutnya.
 
Setelah Romy dan Muhaimin jadi sasaran tembak Mahfud, bagaimana dengan Ma'ruf Amin? Kena sasaran juga? Kita tunggu manuver dan peluru hukum Mahfud selanjutnya. (PN-01/adp)
 
Oleh: Tony Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Berita terkait