iklan-banner-01
iklan-banner-02

Peringatan pada KPU

Ketua KPU Arief Budiman dan Jokowi. Istimewa
Teman-teman KPU yang terhormat, Anda semuanya hanya penyelenggara pemilu. Please, jangan sok kuasa. Kalau Anda sampai melakukan kesalahan teknis saja, apalagi kekeliruan yang mendasar, yang berkaitan dengan prinsip luber-jurdil, maka bila ada peserta pemilu merasa dikalahkan pasti akan memprotes keras.

Bisa saja akibatnya diluar dugaan. Kalah-menang dalam pemilu sesuatu yang biasa, seperti dalam olah raga. Tetapi kalau ada wasit yang unfair, dengan segala taktik busuk memenangkan kesebelasan yang harus dimenangkan karena ada suap dari siluman tertentu, penonton mendukung kesebelasan yang dicurangi wasit pasti akan membuat gaduh seluruh stadion.

Fairness and Transparancy adalah kata kunci yang harus Anda perhatikan. Jangan anggap enteng peristiwa daftar sekian puluh juta calon pemilih yang kemudian ternyata bodong, ratusan ribu KTP-E yang jatuh di jalan raya, yang dibuang kesemak belukar.
 
Yang dibuang ke tong sampah dan yang di buang ke persawahan, semuanya merupakan keanehan yang tidak masuk akal sehat.
 
Juga wanti-wanti ini kita tujukan ke Mendagri dan seluruh bawahannya.
Jangan bermain-main dengan kekuasaan. Jangan pernah menganggap masyarakat masih bodoh.
 
Jangan memancing kemarahan mereka. Masyarakat luas sudah sama pintarnya, kalaulah tidak lebih pintar dari Anda semuanya.
 
Mudah-mudahan tidak benar kabar ancaman rezim pada para camat, lurah, dukuh, malah katanya ada perintah pada babinsa dan polisi agar memenangkan jago petahana.
 
Oleh: Prof. Dr. H. Muhammad Amien Rais, Ketua MPR periode 1999—2004

Berita terkait