iklan-banner-01
iklan-banner-02

Demokrasi dan Kemampuan Abstraksi

Wakil Sekjen HKTI, Tarli Nugroho
Jika Anda sudah berkeluarga dan punya anak, doronglah sejak dini agar anak-anak di rumah gemar membaca apa saja, mulai dari novel, biografi, sejarah, sains, komik, atau apapun.

Agar kosa kata mereka kaya dan kemampuan abstraksinya berkembang sejak dini.

Kemampuan abstraksi ini penting. Jangan sampai anak Anda, misalnya, kelak berkenalan dengan kisah sebuah novel, atau semua materi yang seharusnya mereka baca, hanya melalui film.
 
Masih untung jika mereka berhasil mengabstraksikan teks yang sudah diaudio-visualkan, lha kalau tidak, bukankah merepotkan?!
 
Jangan lupa, demokrasi juga butuh kemampuan abstraksi. Kemampuan abstraksi dibutuhkan agar kita bisa mengagregasikan kepentingan publik yang pluri. Para pejabat publik yang miskin kemampuan abstraksi pastilah akan menjadi beban bagi demokrasi.
 
Sebab, meskipun demokrasi punya mekanisme untuk mengontrol abuse of power, ataupun otoritarianisme, misalnya, namun demokrasi tak punya mekanisme untuk menolong kita dari para pemimpin yang tidak kompeten dengan kemampuan abstraksi yang rendah.
 
Satu satunya mekanisme yang bisa menolong kita hanyalah Pemilu. Itupun jika para pemilih berhasil menyadari kekeliruan mereka pada Pemilu sebelumnya. (PN-01)
 
*(Pengamat ekonomi kerakyatan dari Institute for Policy Studies,Tarli Nugroho)

Berita terkait