iklan-banner-01
iklan-banner-02

Business Plan/Rencana Bisnis -Mengapa harus membuat rencana bisnis?

Bagi sebagian orang memulai suatu usaha tidak perlu repot dengan membuat sebuah perencanaan yang matang. Asal ada modal dan tempat sudah cukup agar usaha dapat berjalan, Tidak salah anggapan tersebut.
Direktur Lingkar Study Molluccan Entrepreneur Community, Rivai Samual
Yang saya mau sampaikan begini sahabat muda,berdasarkan riset kecil-kecilan yang saya lakukan, rata-rata ditemukan pelaku usaha tanpa perencanaan yang matang dan tidak mempertimbangkan risiko internal dan eksternal usaha mereka relatif tidak berkembang bahkan ada yang tutup.

Mengapa usaha tidak berkembang dan bangkrut?

Menurut hemat saya, awal start mereka dengan langkah keliru, rata-rata tidak memiliki perencanaan bisnis yang baik, tata kelola keuangan amburadul (menggabungkan untung dan modal), rendahnya pemahaman (strata pendidikan), tidak memperhitungkan risiko (risiko pasar, risiko penipuan, risiko inflas, dan risiko forje majeur).

Rencana Bisnis menjadi hal penting diletakkan di depan untuk memulai suatu usaha, agar setiap risiko yang terjadi di kemudian hari dapat diminimalisir. Rencana bisnis dapat menjadi alat bantu atau panduan dalam bertindak atau eksekusi.

Rencana yang disusun dengan sistematis dan logis akan menjadi media untuk mengkomunikasikan bisnis yang akan dijalankan dengan calon investornya atau mitra ketika diperlukan dukungan dari pihak lain untuk mengoperasionalkan rencana.

Rencana bisnis sangat erat hubungannya dengan kewirausahaan (Entrepreneur).

Wirausahawan yang sukses dan berhasil pasti menjalankan bisnisnya dengan visi dan rencana besar.
Rencana bisnis harus dilengkapi dengan fakta dan data yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Mengapa harus menjadi Wirausahawan ?

Tantangan besar semua bangsa dan negara di dunia saat ini adalah penciptaan lapangan kerja. Hal ini terjadi karena belum terpecahkannya masalah klasik dimana pertumbuhan populasi atau jumlah penduduk dunia tidak diikuti dan tidak sebanding dengan perluasan dan pertambahan lapangan kerja. Perluasan lapangan kerja relatif lebih lambat dibandingkan dengan pertambahan penduduk.

Salah satu penyebabnya adalah pengelolaan bisnis yang mengandalkan intensitas tenaga kerja (labor intensive) kalah efisien dengan pengelolaan bisnis yang mengandalkan intensitas modal (capital intensive). 

Pada saat ini, untuk membangun daya saing, entitas bisnis lebih berorientasi pada pemanfaatan teknologi sebagai senjata untuk bersaing dibandingkan dengan pemanfaatan tenaga kerja manusia. Dengan kondisi Supply-Demand lapangan kerja sekarang ini, dapat dikatakan bahwa siapa pun yang berhasil membuka dan melanggengkan lapangan kerja bagi penduduk yang membutuhkannya dapat disebut sebagai 'the real hero'.

Wirausahawan adalah pahlawan sesungguhnya karena dengan menciptakan lapangan kerja maka akan mengangkat kesejahteraan dan derajat seseorang. Secara Agregat, kondisi ini akan menyejahterakan masyarakat luas. 

Keberhasilan pembangunan yang dicapai oleh suatu negara atau daerah apabila memiliki wirausahawan sebanyak 2% dari jumlah penduduknya (Pernyataan Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa).

Ini adalah suatu peluang besar yang menantang generasi muda untuk berkreasi, mengadu ketrampilan dan membina kewirausahawan dalam rangka turut berpartisipasi membangun daerah.

Wirausahawan adalah seorang inovator, sebagai individu yang mempunyai naluri untuk melihat peluang-peluang, mempunyai semangat, kemampuan dan pikiran untuk mencapai tujuan.

Istilah wirausaha sering disamakan dengan kata Entrepreneur, yang berasal dari bahasa Perancis yang berarti berween taker atau HO between.
Entrepeneur merupakan proses menciptakan sesuatu yang berbeda dengan mengabdikan seluruh waktu dan tenaganya disertai dengan menanggung risiko keuangan, kejiwaan, sosial dan menerima balas jasa dalam bentuk uang dan kepuasan pribadinya. Oleh sebab itu, dikatakan entrepeneur tidak dilahirkan tetapi dikembangkan.

Apa itu Business Plan/ Rencana Bisnis ?

Penyusunan Business Plan penting dilakukan dengan parameter ekonomi di real market ( pasar yang nyata ) sangat sulit diduga dan selalu berubah-ubah. Oleh karena itu, dalam mengelola suatu bisnis perlu suatu rencana kerja dibuat secara tertulis dan resmi untuk membaca kondisi laporan keuangan di kemudian hari.

Rencana bisnis perlu disusun sebagai salah satu legitimasi dari sebuah usaha yang didirikan. Pihak-pihak berkepentingan/stakeholder dan shareholder perlu mengetahui tentang bisnis yang akan dijalankan sehingga tertarik untuk menjalin kerjasama.
Rencana bisnis adalah dokumen yang disediakan oleh wirausahawan berupa perincian tentang masa lalu, keadaan sekarang dan kecenderungan masa depan perusahaan.

Isinya mencakup analisis tentang Manajerial, keadaan fisik bangunan, karyawan, produk, sumber permodalan, informasi perkembangan perusahaan dan posisi pasar perusahaan. 
Rencana bisni dibuat dalam bentuk jangka pendek ( 3 tahun ) ataupun jangka panjang ( 5 tahun ). Rencana bisnis merupakan perjalanan atau roadmap akan diikuti oleh wirausaha.

Mengapa harus membuat rencana bisnis?

1. Pemahaman atas bisnis sendiri. Dengan menyusun rencana bisnis yang baik, Seorang wirausaha "dipaksa" untuk memahami bisnisnya sendiri sebelum membuat orang lain paham dan tertarik dengan bisnis tersebut.
2. Kebutuhan akan pendanaan.
Pendanaan atau investasi memerlukan sebuah dokumen tertulis untuk bisa dicermati oleh pihak yang ingin berinvestasi. 
3. Kemitraan strategis.
Calon mitra membutuhkan sesuatu yang bisa mereka teliti sehingga mereka dapat membuat keputusan tepat dan tidak menyesal di kemudian hari.
4. Upaya menarik sosok penting.
Figur penting seperti venture capitalist (Vc) mentor, biasanya merupakan sekumpulan orang sibuk dengan waktu terbatas.

Kegunaan Rencana bisnis :
1. Mengetahui apa saja yang Anda butuhkan dalam menjalani bisnis
2. Membuat Anda fokus pada tujuan
3. Membantu Anda menghadapi persaingan dengan kompetitor
4. Memudahkan kita mengetahui bagaimana  cara meningkatkan hasil penjualan
5. Mengetahui berapa biaya yang akan dikeluarkan untuk bisnis tersebut 
6. Mengetahui tingkat keuntungan dari bisnis tersebut. (*)

Berita terkait

iklan-banner-02
iklan-banner-02