iklan-banner-01
iklan-banner-02

Awas, Jangan Sampai Tergelincir Menantang Allah SWT

Anggota Banser Pembakar Bendera Tauhid. Istimewa
Banser (Barisan Ansor Serbaguna) membakar bendera berwarna hitam dengan tulisan kalimat tauhid. Peristiwa ini terjadi di Garut, Ahad (21/10/2018), ketika Banser setempat merayakan hari santri. Ketua Banser, Yaqut Cholil Qoumas, mengatakan bendera yang dibakar adalah bendera HTI.

Ada baiknya kita memikirkan bahwa tindakan seperti ini, lama-kelamaan, bisa membibitkan sikap anti-kalimat tauhid. Bayangkan kalau tindakan pembakaran ini diwariskan dari generasi ke generasi. Tidak tertutup kemungkinan generasi-generasi Banser ke depan tidak hanya membakar bendera hitam berkalimat tauhid, tetapi bisa muncul pelan-pelan kebencian terhadap kalimat tauhid itu sendiri.

Saya berbicara soal evolusi sikap manusia terhadap apa saja. Hari ini memang bendera mirip lambang HTI yang dibakar. Besok-lusa bisa jadi apa saja yang bertuliskan kalimat tauhid akan dimusnahkan.
 
Sebab, apa yang Anda riwayatkan hari ini, bisa berubah di masa-masa mendatang. Pepatahkan mengatakan, "Sejengkal bisa menjadi sehasta, sehasta bisa menjadi sedepa". Artinya, hari ini narasi Banser tentang bendera HTI misalnya dibuat dalam tiga kalimat, bisa saja di masa-masa mendatang berubah menjadi 10 kalimat.
 
Apalagi kita tahu persis bahwa ada elemen-elemen ekstrem di negeri ini yang tidak suka pada agama, khususnya Islam. Teriakan mereka semakin kuat dan pada saat ini mereka menampak-nampakkan diri mereka seolah dekat dengan, atau berada di, lingkungan kekuasaan.
 
Perlu hati-hati dalam menunjukkan kebencian Anda kepada bendera HTI. Jangan sampai tergelincir menantang Allah SWT.
 
Oleh: Asyari Usman, Wartawan Senior

Berita terkait