iklan-banner-01
iklan-banner-02

Pesilat Hanifan Memeluk Jokowi dan Prabowo Momen yang Damai

Hanifan memeluk Jokowi dan Prabowo.
PAMANAWANews, JAKARTA- Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai kemesraan yang ditunjukkan Presiden Joko Widodo dengan Prabowo Subianto sebagai ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) yang diinisiasi atlet Pencak Silat Hanifan Yudani Kusumah, dalam pertandingan Asian Games 2018 adalah pemandangan yang bagus sekali.

"Langkah pesilat Hanifan yang memeluk Jokowi dan Prabowo itu sebagai momen yang damai," ujar Fahri saat dihubungi wartawan, Kamis (30/8/2018).

Bahkan, kata Fahri, momen yang begitu mesra, membuat banyak masyarakat yang tepukau, seolah-olah kedamaian dan persahabatan itu sesuatu yang mahal.
 
Fahri bilang, kesadaran untuk menerima perbedaan justru adalah kekayaan Indonesia. Dan, kalau mengambil momen yang terakhir (fenomena pencak silat) itu sangat dahsyat, karena justru pencak silat menjadi digdaya dan memberikan pestasi yang begitu besar bagi bangsa Indonesia.
 
"Ketika dia (pencak silat) berada ditangan oposisi, yang kita tahu dia orang yang justru tidak sependapat dengan pemerintah, malah menjadi olahraga penyumbang medali emas terbayak," pungkas Fahri.
 
Momen itu berawal ketika Hanifan yang baru saja dikalungi medali emas naik ke tribun VIP tempat Jokowi dan Prabowo duduk menonton pertandingan, di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu (29/8/2018) kemarin.
 
Hanifan lantas mencium tangan Jokowi dan Prabowo, setelah itu merangkul kedua tokoh hingga berpelukan erat.
 
Momen tersebut bukan hanya disaksikan Wapres Jusuf Kalla, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Menteri PMK Puan Maharani, dan sejumlah elite partai PDIP dan Gerindra yang hadir disana, tetapi juga disaksikan seluruh rakyat Indonesia.
 
Hanifan memastikan medali emas yang ke-13 Indonesia dari cabang pencak silat di Asian Games 2018 setelah mengalahkan Nguyen Thai Linh dari Vietnam 3-2 pada kelas C putra 55-60 kg di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta. (PN-01/adp)

Berita terkait