iklan-banner-02
iklan-banner-02

Kota Ambon Jawara Panjat Tebing

PAMANAWANews, AMBON- Kota Ambon berhasil keluar sebagai jawara Panjat Tebing Provinsi Maluku tahun 2017, dengan menyapu bersih 9 medali dari 12 medali yang diperebutkan dalam kompetisi yang digelar Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Maluku, tanggal 19 hingga 21 Oktober.
Kota Ambon Keluar Sebagai Juara Umum Kejuaraan Panjat Tebing Maluku tahun 2017.
Sebanyak 32 atlet dari lima Pengcab FPTI yang ikut berpartisipasi dalam kejuaraan ini. Kota Ambon menjadi juara umum setelah menurunkan 13 atlet yang bertanding di semua kelas lomba. Kategori yang dilombakan dalam kejuaraan adalah Lead Perorangan Putra, Lead Perorangan Putri, Speed Klasik Perorangan Putra, dan Speed Klasik Perorangan Putri.

"Meskipun pertandingannya kompetitif, namun Kota Ambon berhasil meraih juara di semua kelas dalam kejuaraan kali ini," kata Ketua Umum Pengprov FPTI Maluku M. Azis Tunny kepada wartawan di Ambon, Minggu (22/10/2017).

Azis mengatakan, Kejurprov Panjat Tebing Maluku tahun 2017 di gelar di dua lokasi yang berbeda. Untuk kategori lead (rintisan), pihaknya menggunakan dinding panjat milik Batalyon Raider 733/Masariku. Sementara kategori speed (kecepatan) klasik menggunakan dinding panjat milik Kampus Universitas Pattimura Ambon. 

Menurut Azis, pihaknya akan mengupayakan memiliki sarana panjat tebing sendiri, sehingga kedepan bisa memaksimalkan pembinaan atlet daerah.

"Untuk pembinaan dan prestasi kedepan sebaiknya FPTI memiliki dinding panjat tebing sendiri mengingat potensi atlet di daerah ini sebenarnya cukup besar. Kami berharap ini mendapat perhatian pemerintah daerah," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, atlet-atlet yang mengikuti Kejurprov akan diseleksi kembali untuk diikut sertakan dalam Kejuaraan Nasional Panjat Tebing tahun 2017 yang akan dilaksanakan di Jogjakarta, Bulan November mendatang.

"Untuk beberapa kelas, atlet panjat tebing Maluku sudah siap untuk bertanding di kompetisi tingkat nasional. Maluku sudah siap mengikuti Kejurnas 2017 yang akan dilaksanakan di Jogjakarta nanti," tandasnya.

Ia menambahkan, Kejurprov Panjat Tebing Maluku 2017 ini terlaksana sebagai implementasi dari program kerja FPTI. 

"Sejak FPTI terbentuk dua tahun lalu, ini Kejurprov pertama yang kami laksanakan dan setiap tahun akan dilaksanakan sebagai wadah pencarian bibit-bibit atlet olahraga panjat tebing di daerah," katanya.

Menurutnya, dari komunikasi pihaknya dengan KONI Maluku, kedepan panjat tebing akan masuk dalam cabang olahraga yang dilombakan di Pekan Olahraga Provinsi Maluku (Popmal) tahun 2018 yang rencananya dilaksanakan di Kabupaten Buru dan Buru Selatan. 

"Kami sudah terdaftar sebagai anggota KONI Maluku sejak dua tahun lalu, dan sudah melakukan konsolidasi organisasi dengan membentuk enam Pengcab di enam kabupaten/kota di Maluku. Insya Allah kita akan menambah lagi Pengcab dalam waktu dekat ini," ungkapnya.

Azis menjelaskan, cabang olahraga panjat tebing yang juga dilombakan di Pekan Olahraga Nasional (PON) ini bisa menjadi lumbung medali karena mempertandingkan 18 kelas dan memperebutkan sebanyak 54 medali. Olahraga yang menguji adrenalin ini terbagi menjadi tiga disiplin, yaitu kecepatan (speed), boulder (jalur pendek), dan rintisan (lead).

"Saya menargetkan kedepan olahraga panjat tebing menjadi salah satu olahraga unggulan Provinsi Maluku di pentas olahraha nasional selain tinju, atletik dan dayung. Tapi untuk mewujudkan itu, tentu kami juga membutuhkan dukungan dari KONI dan Pemerintah Provinsi Maluku. Kejurprov 2017 ini kami laksanakan secara swadaya karena tidak bisa menunggu-nunggu lagi. Sudah saatnya olahraga panjat tebing Maluku bangkit dan berjaya" tandasnya. (PN-07)

Berita terkait

iklan-banner-02
iklan-banner-02