iklan-banner-01
iklan-banner-02

Tolak Permen, Ratusan Buruh TKBM Ambon Mogok Kerja

PAMANAWANews, AMBON- Tolak Peraturan Menteri (Permen) Perhubungan nomor 152 tahun 2016 dan penandatanganan SKB 2 Dirjen 1 Deputi, ratusan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Kota Ambon, Provinsi Maluku, melakukan aksi mogok kerja, Senin (4/12/2017).
Ratusan Buruh TKBM Mogok Kerja didepan pintu masuk Pelabuhan Yos Sudarso Ambon.
Aksi mogok, sebagai bentuk penolakan direvisinya Permenhub nomor 35 tahun 2007 menjadi Permen 152 dan rencana penandatangan surat keputusan bersama (SKB) Dirjen Perhubungan Laut, Pembinaan Pengawasan Ketenaga kerjaan serta Deputi Bidang Kelembagaan Koperasi dan UKM tahun 11.

Permen 152 dan rencana penandatangan SKB mengatur adanya tandingan Koperasi TKBM atau bukan satu satunya Koperasi yang melaksanakan aktivitas bongkar muat, tapi dapat dilakukan oleh PT, Yayasan atau CV yang lain.

Mogok kerja yang berlangsung didepan Kantor TKBM dan pintu gerbang masuk Pelabuhan Yos Sudarso Ambon ini menyebabkan aktivitas bongkar muat barang lumpuh total. Tapi lumpuhnya bongkar muat di Pelabuhan terbesar di Maluku ini hanya sampai pukul 12.00 WIT. Setelah itu, mereka kembali beraktivitas seperti biasa.

"Aksi mogok ini bukan saja di Ambon, tapi seluruh Indonesia. Karena tujuan (permen 152 dan SKB 2) mengatur tentang adanya buruh TKBM tandingan di Pelabuhan berbentuk PT, yayasan maupun CV. Ini kan ujung-ujungnya kita tahu semua muara dari Permen sangat jelas yaitu ingin gantikan posisi kita. Padahal, tuntutan kita sejak tahun 2014 tapi sampai sekarang di tunda terus. Makanya puncaknya hari ini kita beraksi," ungkap Sekretaris II TKBM Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Yanto Manuji kepada wartawan.

Ia mengakui, jumlah buruh TKBM di Pelabuhan Ambon, tercatat sebanyak 415 orang. Apabila direvisi Permen Nomor 35 dan penadatanganan SKB 2 Dirjen dilakukan, maka akan memberikan dampak buruk bagi para buruh TKBM.

"Mogok kerja ini sesuai instruksi dari pusat sampai pukul 12 siang saja. Karena ini sebagai presure awal. Kita akan lakukan presure selanjutnya sesuai instruksi lanjut dari pusat," tandasnya. (PN-07)

Berita terkait

iklan-banner-02
iklan-banner-02